RagamWarta – Masih menyandang status Merah Covid-19, Trenggalek kembali di datangi Gubernur Jawa Timur. Kali Gubernur Jatim tinjau pengaplikasian kampung tangguh tepatnya di desa Karanganom, kecamatan Durenan, Trenggalek.
Dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Cocid-19, Khofifah berpesan untuk menerapkan prototipe Kampung Tangguh. Pasalnya seperti PPKM maupun PSBM intinya sama. Yakni membatasi akses gerak masyarakat sampai tidak ada penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.
Baca Juga : Potensi Jadi Pembangkit Listrik, Bendungan Tugu Trenggalek Diincar Banyak Investor
Sementara itu ditempat terpisah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan bahwa Pemkab Trenggalek akan memberlakukan pembatasan sosial berskala micro. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021.
Pihaknya juga menerangkan bahwa sebenarnya Trenggalek pernah sukses dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Yakni dengan memberlakukan physical distancing di area ada yang terkonfirmasi kasus positif Covid-19.
Baca Juga : Sudah Mampu Tahan Banjir, Ini Fitur Bendungan Tugu Trenggalek Yang Belum Diketahui Banyak Orang
Untuk penanganan kali kurang lebih sama dengan penanganan sebelumnya, namun lebih pada pembatasan di lingkup RT, RW, hingga Desa. Saat ini Pemkab Trenggalek tengah menyiapkan logistik untuk penerapan PSBM.






