RagamWarta.com – Kontaminasi mikroplastik dalam makanan bayi menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Hal ini turut diwaspadai oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek.
Menurut Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr. Sunarto menjelaskan bahwa bahaya mikroplastik dapat muncul dari penggunaan wadah plastik, terutama jika terkena suhu panas.
Zat beracun seperti Bisphenol-A (BPA), ftalat, dan dioksin yang terkandung dalam plastik bisa terurai dan mencemari makanan atau minuman.
“Mikroplastik dapat terakumulasi di tubuh, khususnya di saluran pencernaan, pernapasan, atau bahkan organ lain, memicu iritasi, peradangan, hingga meningkatkan risiko tumor dan kanker dalam jangka panjang,” jelasnya, Selasa (3/12/2024).
Meski belum ditemukan kasus spesifik di Trenggalek terkait mikroplastik dalam makanan bayi, Dinkes tetap menganjurkan masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan.
Salah satunya adalah menghindari pemakaian wadah plastik saat memanaskan makanan atau susu bayi.
“Gunakan wadah kaca saat menyeduh susu dengan air panas, dan baru pindahkan ke botol plastik setelah suhunya turun. Ini langkah sederhana yang sangat efektif untuk menghindari kontaminasi mikroplastik,” tambahnya.
Meski lebih dari 80% botol susu di pasaran dinyatakan aman, masyarakat tetap diminta berhati-hati. Sunarto tidak hentinya mengkampanyekan akan bahaya kontaminasi mikroplastik yang berasal dari botol plastik.
“Sebisa mungkin, gunakan wadah dari bahan non-plastik seperti kaca atau logam untuk makanan bayi. Jika memang harus menggunakan plastik, pastikan makanan atau minuman sudah dingin saat disuapkan,” sarannya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah plastik untuk mencegah pencemaran lingkungan, termasuk sumber air. Menurutnya, pengendalian limbah ini membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Ini bukan hanya soal melindungi kesehatan bayi, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk mengurangi dampak buruk sampah plastik,” ujarnya.
Terakhir dr. Sunarto mendorong masyarakat agar lebih memahami bahaya mikroplastik. Pihaknya juga mengajak para orang tua saat ini bisa melindungi generasi penerus melalui pengetahuan tentang bahaya kontaminasi mikroplastik.
“Kami ingin masyarakat sadar akan risiko ini. Dengan tindakan pencegahan yang sederhana, kita bisa melindungi masa depan generasi mendatang dari ancaman yang sebenarnya dapat dicegah,” pungkasnya.






