Minyak Atsiri Dominasi Komoditi Ekspor di Trenggalek, Nilainya Capai 54 Miliar

Kamis, 4 Juli 2024 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi minyak Atsiri dengan cengkeh

Ilustrasi minyak Atsiri dengan cengkeh

RagamWarta.com – Minyak Atsiri jadi pemimpin nilai ekspor produk UMKM se Kabupaten Trenggalek. Bagaimana tidak, dari total 102 miliar nilai ekspor, minyak Atsiri mampu jadi penyumbang terbesar nilai ekspor hingga capai Rp 54,7 miliar.

Dikutip dari data rekap nilai ekspor milik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek sampai dengan bulan Desember 2023 mencapai angka Rp102.106.791.965,00.

Dijelaskan Saniran selaku Kepala Diskomidag Trenggalek bahwa empat produk unggulan yang mendominasi komoditas ekspor di Kabupaten Trenggalek.

“Nilai ekspor UMKM ini didominasi oleh empat produk unggulan yaitu ester dan terpentin, fillet dory, plywood, dan minyak Atsiri,” ucap Saniran, Kamis (4/7/2024).

Secara rinci produk minyak atsiri menjadi penyumbang terbesar dengan total nilai ekspor mencapai Rp 54,7 miliar. Fillet dory menyusul dengan nilai ekspor sebesar Rp 30,7 miliar.

Untuk produk ester dan terpentin mencatatkan nilai ekspor Rp 9,7 miliar dengan tujuan ekspor utamanya adalah Singapura, Nigeria, India, dan Malaysia dengan.

Sementara plywood mencapai Rp 6,9 miliar dengan tujuan ekspor Malaysia dan Brunei Darussalam.

Tidak hanya itu, di tahun 2024 ini Diskomidag Trenggalek juga  mengungkapkan bahwa terdapat beberapa komoditas lain yang diminati oleh masyarakat. Seperti batu akik dan sebagainya.

“Batu akik sekarang laku, kemudian ada bambu dari Kecamatan Dongko. Tepung ikan juga menjadi potensi yang dapat diekspor,” terang Saniran.

Namun yang disayangkan hingga sekarang beberapa komoditi ekspor yang berpotensi belum bisa terukur besaran nilai ekspornya.

“Kalau data pastinya kami masih melakukan survei, jadi belum bisa menyebutkan besarannya berapa,” ungkapnya.

Walaupun demikian Pemerintah Daerah optimis produk UMKM Trenggalek bisa bersua di pasar global. Pasalnya UMKM di Trenggalek mengalami penumbuhan secara signifikan.

Hal ini merujuk pada data BPS tahun 2011, dimana jumlah pelaku UMKM di Trenggalek mencapai 143 ribu pelaku usaha.

Sedangkan data baru dari Kemenkop 23.282 unit usaha, dalam artian satu orang bisa memiliki lebih dari satu unit usaha untuk sektor non pertanian.

“Sementara berdasarkan data BPS pencacahan lengkap tahap 1 tahun 2023 terdapat 179.171 unit usaha di sektor pertanian,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB