Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran

Rabu, 14 Agustus 2024 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu petani cengkeh yang bernama Deni Sasongko tengah memanaskan cengkeh untuk dikeringkan.

Salah satu petani cengkeh yang bernama Deni Sasongko tengah memanaskan cengkeh untuk dikeringkan.

RagamWarta.com – Kabupaten Trenggalek, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh di Jawa Timur, mencatat peningkatan yang signifikan dalam panen tahun ini.

Para petani setempat terutama yang ada di Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Munjungan, Trenggalek mengaku senang dengan hasil panen cengkeh tahun 2024 ini.

Bahkan dengan masa panen yang cenderung lama, membuat harga cengkeh cenderung di atas harga tumbuhan-tumbuhan lain.

Apalagi harga cengkeh kering biasanya bisa dibandrol dengan harga Rp 100 ribu perkilogram, bahkan bisa mencapai Rp 120 ribu perkilogram.

“Alhamdulillah saat ini panen raya, jadi banyak sekali barang yang datang. Selain itu, petani-petani juga banyak yang panen,” jelas salah satu petani cengkeh yang bernama Deni Sasongko.

Namun permasalahan baru justru muncul saat melimpahnya panen cengkeh. Dimana hal tersebut yang ditengarai jadi penyebab turunnya harga cengkeh di pasaran.

“Saat ini harga cengkeh sedang turun. Sekarang ini harga cengkeh berada dikisaran Rp 25 ribu untuk cengkeh basah serta Rp 85 ribu hingga 95 ribu untuk cengkeh kering,” ungkapnya.

“Para petani menduga hal ini disebabkan oleh pasokan yang melimpah sehingga harga cengkeh menurun. Seperti hukum pasar ya otomatis kalau banyak barang pasti harga turun,” tambahnya.

Deni juga menjelaskan bahwa saat ini hasil cengkeh yang Da si Trenggalek dijual ke luar kota atau tepatnya ke Tulungagung.

“Hasil cengkeh dikirim ke gudang-gudang. Sementara ini ke Tulungagung,” ucapnya saat memanaskan cengkeh si lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak perihal harga cengkeh tersebut.

“Cengkeh memang bukan komoditas dari bahan pokok dan penting, maka tidak masuk dalam fokus kami untuk melakukan intervensi tentang harga,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan bahwa hasil panen cengkeh di Bumi Menak Sopal cenderung dipasarkan pada pasar lokal.

“Setahu kami masih dijual kepada pedagang-pedagang yang ada di Tulungagung dan Trenggalek,” tuturnya.

Cengkeh sendiri dapat digunakan untuk campuran dari berbagai produk olahan.

“Penggunaan cengkeh memang multifungsi. Mayoritas yang digunakan untuk bahan campuran rokok. Tapi kalau berdasarkan data memang juga ini dapat digunakan untuk minyak Atsiri dan bumbu masakan,” paparnya.

 

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton
Minyak Atsiri Dominasi Komoditi Ekspor di Trenggalek, Nilainya Capai 54 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru