Produksi Padi Trenggalek Meningkat, SR I Hasilkan 84 Ribu Ton

Rabu, 24 Juli 2024 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani memanen padi secara tradisional. (Foto: Kominfo Jatim).

Ilustrasi petani memanen padi secara tradisional. (Foto: Kominfo Jatim).

RagamWarta.com – Musim hujan diawal tahun ini membawa berkah tersendiri bagi sektor pertanian Trenggalek. Hal itu terlihat dari meningkatnya masa produksi dari bulan Januari hingga April.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Purwanto menyebutkan produksi padi awal tahun 2024 telah menyentuh angka 84.151 ton.

“Asumsi kami produktivitas padi mencapai 9 ton per hektar, sehingga didapatkan produksinya 84.151 ton. Itu diperoleh dari lahan panen seluas 9.281 hektar yang tersebar di seluruh wilayah di Trenggalek,” ucap Purwanto.

Bahkan tingkat capaian produksi padi di Subround/SR I  (periode Januari-April) sudah menutup 50 persen target produksi padi tahun 2024. Yang mana target produksi padi Trenggalek untuk tahun 2024 mencapai 165.931 ton.

Purwanto juga menyampaikan bahwa area persawahan atau kantong produksi padi di Trenggalek cukup merata. Namun ada beberapa wilayah yang memiliki sawah yang lebih luas dibanding yang lain.

Berikut wilayah yang memiliki memiliki area persawahan yang cukup luas, diantaranya ada Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Durenan, Kecamatan Karangan, dan Kecamatan Tugu.

“Dengan lahan sawah yang lebih luas tentu produktivitasnya juga lebih tinggi, namun asumsi produksinya tetap 9 ton per hektar,” ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dispertapan Trenggalek.

Walaupun produksi padi meningkatkan tak lantas membuat Dispertapan Trenggalek berbangga. Sejumlah langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas padi terus dilakukan.

“Upaya meningkatkan produksi pangan terus kita lakukan, contohnya dengan mengimbau agar petani mempersingkat jarak waktu antara masa panen dan masa tanam menjadi dua pekan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Dispertapan Trenggalek juga mengimbau para petani untuk menanam varietas padi yang mempunyai umur pendek. Dengan begitu siklus panen padi bisa lebih cepat.

“Sesuai dengan saran dari Kementerian Pertanian yaitu MD 70 dan Pajajaran. Jika pada umumnya umur padi antara 100-110 hari, kedua varietas yang disarankan itu sudah bisa dipanen ketika umur 70-90 hari,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah
Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek
Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya
Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Jumlah Kendaraan di Trenggalek Terus Bertambah, Emisi Karbon Meningkat?
Panen Raya Cengkeh di Trenggalek Picu Turunnya Harga Cengkeh di Pasaran
Minyak Atsiri Dominasi Komoditi Ekspor di Trenggalek, Nilainya Capai 54 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 31 Desember 2024 - 22:08 WIB

Malam Tahun Baru Masehi Bertepatan dengan Malam 1 Rajab: Kesempatan Tingkatkan Ibadah

Jumat, 27 Desember 2024 - 19:03 WIB

Awas Rem Blong! Berikut Teknik Mengemudi Motor Matic di Pegunungan Trenggalek

Rabu, 4 Desember 2024 - 14:44 WIB

Kontaminasi Mikroplastik Intai Kesehatan Bayi, Dinkes Trenggalek Ingatkan Orang Tua Tetap Waspada

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:11 WIB

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda dan Asal Usulnya

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:11 WIB

Potret Harta Kekayaan Pimpinan DPRD Trenggalek: Dari Tanah hingga Kendaraan Mewah

Berita Terbaru