Pemkab Trenggalek Tekankan Pelestarian Alam dalam RKPD Tahun 2024

Kamis, 19 Januari 2023 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAM WARTA, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Trenggalek menggelar konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD) TAHUN 2024. Kegiatan yang dilangsungkan di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari ini menekankan pada program berbasis ekologi dan ekonomi, Kamis(19/1/2023)

“Cukup diketahui dan diperhatikan akan banyaknya peristiwa bencana di tahun 2022. Pemerintah mencatat kerugian yang dialami pemerintah sejumlah 200 Miliar. Anggaran itu terhitung dari pengeluaran berupa material pembangunan atau investasi infrastruktur,” tegas Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Cuaca ekstrem terjadi di berbagai daerah termasuk Indonesia dan Trenggalek khususnya. Anggaran sebesar itu hilang dalam kurun waktu 12 bulan. Tidak lain karena faktor cuaca yang menjadikan bencana alam. Termasuk bencana yang ada di dalamnya seperti banjir dan tanah longsor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat perhatian dengan pelestarian alam ini. Saya pribadi miris dengan kasus cuaca ekstrem yang terus membayangi. Menurut saya cuaca itu bisa dicegah jika kondisi alam masih diambang batas harmoni. Ayo sejenak kita mulai dari daerah kita, yaitu Trenggalek,” tambahnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Pemkab Trenggalek berujung pada kota hijau. Di dalamnya tertuang indeks dari risiko bencana hingga pembangunan berkelanjutan. Semua telah dirancang secara reguler demi menjaga kelestarian alam.

“Perancangan bersifat reguler dan berkelanjutan. Namun bencana tidak bisa diprediksi, yang ada hanya pra dan pasca. Mari kita jaga kelestarian alam kita ini. Selain itu, ekologi tidak cukup jika tidak berimbang dengan ekonomi. Data BPS(Badan Pusat Statistik) menyatakan tingkat pengangguran terbuka bermula dari usia 15 tahun ke atas. Di antaranya ada yang bekerja dan menganggur,” imbuh Arifin.

Masih menurutnya, orang yang terhitung menganggur di antaranya adalah orang yang diterima kerja tapi belum aktivitas bekerja, orang yang mempersiapkan rencana usaha dan orang yang benar-benar tidak melakukan suatu pekerjaan.

“Indeks pekerja sudah bergeser ke pelaku UMKM(Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Di tahun ini adalah momen yang sangat tepat. Mengingat PPKM(Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) telah berakhir. Kami juga telah memberikan fasilitas sektor informal seperti pameran UMKM,” pungkasnya.

Berita Terkait

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden
72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan
Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo
Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot
Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI
JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Mas Syah Peringati Hari Anak Sedunia, Ingatkan Anak Tak Sembarangan Curhat di Medsos
Dana Pilkades Trenggalek Dianggarkan Rp5,9 Miliar, Tahapan Dimulai Oktober

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Trenggalek Bersiap Penguatan Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Usai Pidato Presiden

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:02 WIB

72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:04 WIB

Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:04 WIB

Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI

Berita Terbaru