RAGAM WARTA – Pembangunan suatu daerah seyogyanya dapat mengakomodir kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk mencapainya tidak hanya di lakukan oleh kaum laki – laki. Namun saat ini kaum perempuan pun bisa mendapatkan kesempatan yang sama.
Hal tersebut, selaras dengan disahkannya Perda tentang pengarusutamaan gender (PUG) oleh DPRD Trenggalek belum lama ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Trenggalek sendiri, perempuan saat ini akan mendapatkan kesempatan yang sama. Seperti apa yang disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini.
Menurutnya, kesempatan bukan berarti untuk bersaing dengan kaum laki-laki, melainkan memberikan ruang untuk mereka bisa berdaya.
“Bila perempuan bisa berdaya, maka akan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga,” tutur Novita saat Safari Ramadan di Desa Joho, Kecamatan Pule, Kamis (30/3/2023).
Lebih lanjut ia menjelaskan, Populasi perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
Sehingga menurut Novita, dengan memberikan ruang kepada perempuan. Hal tersebut merupakan salah cara agar bisa melawan krisis yang tengah dihadapi.
Dijelaskan Istri Bupati Trenggalek, saat ini perempuan tidak bisa hanya berkutat di sumur, dapur dan kasur. Sekarang saatnya kaum perempuan ikut berperan dalam setiap pembangunan.
“Seperti Ibunda Siti Khadijah yang sudah diakui oleh Rasulullah untuk membantu mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk keluarga maupun agama,” contoh Novita Hardini.
Diketahui bersama, saat ini ada berbagai program pemberdayaan di Trenggalek. Salah satunya program lima ribu pengusaha perempuan.
“Penguatan Program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), diharapkannya bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan menaikan kelas, khususnya warga kota tempe kripik ini,” pungkasnya.






