RAGAM WARTA – Memang tidak ada habisnya jika membahas masing-masing keunggulan setiap daerah di Kabupaten Trenggalek. Seperti prestasi yang baru saja diraih Desa Suruh contohnya.
Desa Suruh, Kecamatan Suruh menjadi salah satu dari lima terbaik berdasarkan penilaian secara administratif pada lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Oleh karena itu, hari ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek kedatangan Tim Penilai dari Provinsi Jatim. Sebelum berangkat menuju lokasi, tim penilai BBGRM Jatim diterima oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Pendapa.
Selanjutnya, tim turun ke lapangan didampingi Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Nata Negara menuju ke sejumlah titik di Desa Suruh. Dalam hal ini Wabup Syah berharap keikutsertaan lomba bukan sekedar formalitas.
“Semoga ini bukan hanya formalitas saat lomba, namun juga pada realita kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” harap Syah saat dampingi tim penilai di Desa Suruh, masuk Kecamatan Suruh, Trenggalek, Rabu (11/5/2023).
Pihaknya juga berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi motivasi serta memberikan dampak yang signifikan pada masyarakat. Utamanya dalam mengimplementasikan budaya gotong royong di kehidupan sehari-hari.
“Saya yakin budaya gotong royong yang ada di Desa Suruh ini bukan merupakan budaya yang dibuat-buat. Bahkan ditengah keterbatasan fiskal seperti saat ini, Pemdes justru mampu berkreasi untuk mengikuti lomba gotong royong ini,” sambungnya.
Pria yang akrab disapa Mas Syah ini juga menekankan bahwa di era saat ini, budaya gotong royong sangat dibutuhkan. Terlebih dalam menciptakan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
“Ayo kita bangun sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Jika budaya gotong royong ini dilestarikan, saya yakin dalam setiap pembangunan akan terjaga karena sama-sama merasa memiliki,” pungkasnya.






