ragamwarta.com – Kursi Calon Wakil Presiden Partai Demokrat hilang, Mugianto selaku Ketua Fraksi Demokrat Trenggalek sesalkan pernyataan sikap ketua Partai Nasional Demokrat.
Menurut Mugianto, koalisi perbaikan yang selama ini telah dibangun dalam kurun waktu satu tahun runtuh begitu saja.
Hal itu lantaran Capres Anies Baswedan telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
“Koalisi perbaikan yang telah kami bangun selama satu tahun ini goyah. Ternyata partai Nasdem beserta calon Presidennya pun tidak kuat ujian,” ungkap Mugianto usai dengarkan nasehat Presiden RI ke-6, Kamis (31/8/2023).
Pria yang juga menjabat sebagai ketua BPOKK jatim ini juga mengutuk keputusan sepihak yang diambil. Menurutnya hal ini akan jadi sejarah buruk politik negeri. Karena mengkhianati kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.
“Kami menyayangkan sikap para politisi kita yang plin plan dan tidak memegang komitmen. Publik pun juga akan menilai hal serupa. Dimana akan jadi catatan buruk dimata masyarakat maupun partai lainnya,” tegas Mugianto.
Masih menurut Mugianto, padahal tim 8 sudah menandatangani piagam kesepakatan. Namun dibelakang tanpa ada sepengatahuan Demokrasi dan PKS, mereka mengikat sebuah perjanjian.
“Padahal 25 Agustus kemarin sudah ada kesepakatan tinggal nunggu kapan kita deklarasi. Namun tiba-tiba Nasdem tanda kutip Surya Paloh memutuskan sepihak langsung berpasangan dengan Cak Imin,” pungkasnya.






