RagamWarta.com – Setelah ditunggu-tunggu akhirnya tiba saatnya pengesahan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023 dilaksanakan.
Pengesahan APBD Perubahan 2023 dibarengi dengan Penjelasan Raperda APBD Trenggalek Tahun Anggaran 2024 dan Penyampaian Penjelasan Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Nota keuangan Perubahan APBD ini berisi rincian anggaran pendapatan, belanja, dan sub kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan dimasing-masing perangkat daerah,” ungkap Doding Rahmadi selaku Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Rabu (6/9/2023).
Pihaknya juga menerangkan bahwa perubahan APBD 2023 ini juga bertujuan untuk memenuhi belanja yang mendukung program-program prioritas daerah yang belum terlaksana dan belum terpenuhi pada APBD induk 2023.
“Baiki P-APBD 2023 maupun RAPBD 2024 memiliki kapasitas masing-masing untuk mendukung program infrastruktur. Mulai sektor infrastruktur, itu ada yang kita tingkatkan, juga 2024 ada peningkatan sekitar 50 persen tentang biaya modal infrastruktur. Sementara struktur APBD Pemkab Trenggalek cenderung sudah diatur pemerintah pusat,” jelasnya.
Singkatnya, jika kemarin pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran sesuai yang diajukan. Kalau sekarang pemerintah pusat hanya akan mentransfer ke pemerintah daerah sesuai alokasi anggaran yang terserap.
“Oleh karena itu, setiap alokasi anggaran harus terserap 100 persen,” tutup politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Sementara ditempat yang sama, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku bangga dengan kinerja DPRD dalam membahas Raperda P-APBD 2023, nota RAPBD 2024, dan nota pajak dan retribusi, patut diapresiasi.
“Pembahasannya cepat, tepat waktu, dan segera kita mintakan persetujuan di gubernur Jatim,” ujar Bupati Trenggalek.
Bupati Trenggalek menilai poin pembahasan pada P-APBD 2023 fokus pada infrastruktur. Dan hanya itu, P-APBD 2023 juga menyasar ekonomi desa dan juga infrastruktur jalan.
Sementara poin R-APBD 2024 mengarah pada penanganan kemiskinan ekstrem, program bantuan sosial, juga ada program pemberdayaan masyarakat.
“Dengan demikian kami berharap program pemerintah bisa lebih terasa di 2024,” tegasnya.
Perlu diketahui, rapat Paripurna kali ini dihadiri semua unsur pimpinan. Mulai dari Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam, Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi, Agus Cahyono, dan Arik Sriwahyuni.
Selain itu, hadir juga Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Wakil Bupati Trenggalek Syah M Natanegara, dan segenap jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Trenggalek.






