RagamWarta.com – Bencana kekeringan yang di alami warga Trenggalek saat ini sangatlah terasa dampaknya. Khususnya di Dusun Kedekan, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari.
Setiap pagi hari, warga Kedekan menyiapkan tandon air di depan rumah. Menunggu bantuan truk tangki air yang di salurkan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek. Sabtu, (4/11/2023)
Tak hanya dari Dinas terkait, beberapa komunitas dan organisasi juga turut berempati dengan membantu warga memberikan air bersih.
Sugeng Riono, BPD Dusun Kedekan menyampaikan, Pemerintah Desa Wonoanti juga memberikan bantuan setiap hari. Namun dengan kendala minimnya armada. Sehingga tidak bisa hanya memberikan air setiap hari di satu titik.
“Pihak Pemerintah Desa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga sekitar, namun terkendala terbatasnya armada,” terangnya.
Anggota BPD yang juga seorang Guru di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Gandusari ini prihatin dengan tambang yang ada di lingkungan Dusun Kedekan.
Sugeng menyayangkan pepohonan yang seharusnya bisa menjadi serapan air, namun dengan adanya tambang, resapan air menjadi hilang.
“Jadi di sini ada tambang, memang penambangnya manual tidak menggunakan alat berat, namun pohon yang menjadi resapan air menjadi hilang,” ungkapnya.
Ditambahkan sugeng, memang tambang bukan salah satu faktor yang menyebabkan sumur kekeringan, namun dengan adanya tambang juga salah satu penyebab berkurangnya resapan.
Disisi lain menurut sugeng, dengan adanya tambang juga bisa menambah penghasilan beberapa warga Dusun Kedekan saat ini.
“Namun ada juga dampak negatif dalam waktu jangka panjang seperti luapan air yang bercampur dengan lumpur saat hujan. Sehingga Dampak positif dari kegiatan tersebut tidak sesuai dengan yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut,” Pungkas Sugeng.






