RagamWarta.com – Gedung DPRD Trenggalek didatangi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek.
Mereka mengkritik kinerja Bupati beserta wakilnya dengan menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Trenggalek.
Kedatangan GMNI Trenggalek disambut hangat oleh Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi dan Ketua Komisi 1 DPRD Trenggalek, Alwi Burhanudin.
Menurut Doding, kritik yang dilakukan oleh GMNI Trenggalek sangat bermanfaat bagi Pemerintah Daerah. Pasalnya Pemerintah Daerah bukan lah lembaga anti kritik dan sangat terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat.
“Teman-teman dari GMNI datang ke DPRD Trenggalek menyampaikan aspirasinya. Yang isinya refleksi akhir masa pemerintahan Bupati Trenggalek,” ucap Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, Jumat (24/11/2023).
Dalam kesempatan ini, Doding mengucapkan terima kasih kepada GMNI karena telah sukses jadi kontrol sosial. Dengan demikian kebijakan yang diambil Pemerintah tidak keluar dari jalur visi-misi yang dulu pernah digembor-gemborkan.
“Kami bersyukur, ada kontrol sosial disini. Jadi generasi muda ini memang memperhatikan kita selama ini. Sehingga apa yang dilakukan Pemerintah selalu berpatokan pada visi misi yang sudah disepakati bersama,” terangnya.
Ada beberapa sektor yang dikritisi GMNI Trenggalek kali ini. Diantaranya sektor kesehatan, infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan pariwisata.
“Tentang kesehatan contohnya, menurut kami jika memang dirasa belum maksimal ya kita coba maksimalkan lagi. Selanjutnya tentang pupuk, dimana saat petani membutuhkan pupuk terkadang kesulitan mendapatkannya,” tutur Doding.
Selain itu, sektor infrastruktur di Trenggalek. Doding juga mengakui jika masih banyak jalan yang membutuhkan perbaikan. Bahkan tidak hanya itu, jembatan dan penerangan jalan juga masih sangat kurang.
“Masih banyak jalan rusak yang itu memang betul adanya. Bahkan kami juga masih punya PR berupa jembatan yang rusak akibat bencana kemarin dan beberapa titik ruas jalan yang belum mendapatkan lampu jalan,” tambahnya.
Disinggung mengenai visi misi Bupati Trenggalek pada saat kampanye dulu, Doding menjelaskan bahwa sebenarnya sebagian besar visi misi sudah tercermin dalam APBD Kabupaten Trenggalek.
“Jadi Vivi misi Bupati itu tercermin ke APBD. Kalau sesuai angka menurut kami sudah bagus. Namun karena anggaran kita terbatas sehingga kesannya berjalan lambat,” tutur salah satu politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Dijelaskan Doding, visi-misi Bupati Trenggalek lebih pada peningkatan infrastruktur dan mengurangi angka pengangguran. Bahkan saking getolnya memperjuangkan infrastruktur, Pemkab sampai berhutang pasca Covid kemarin.
“Jadi bukan belum di maksimalkan, tapi kembali lagi anggaran kita masih sangat terbatas. Bahkan saking ingin kejar perbaikan infrastruktur, Bupati Trenggalek sampai hutang PEN untuk mengejar ketertinggalan akibat Covid-19,” pungkasnya.






