Ragamwarta.com – Siapa yang belum pernah mendengar Goa Lowo. Salah gua di Trenggalek yang kaya akan stalaktit dan stalakmit aktif ini tetap lestari dan jadi rumah bagi ribuan kelelawar.
Terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Gua Lowo berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota Trenggalek. Gua Lowo atau dalam bahasa jawa artinya gua kelelawar ini telah dikunjungi ribu pengunjung.
Bahkan Menurut penuturan Kasidi, selaku juru kunci Goa Lowo Trenggalek menerangkan bahwa dulu tahun 1985, Goa Lowo pernah diteliti oleh ahli gua asal Prancis, bernama Gilbert Mantovani dan Kingston Kho.
“Berdasarkan hasil penelitian ahli Goa asal Prancis, Gilbert Mantovani dan Kingston Kho pada tahun 1985 lalu, Goa Lowo dinyatakan sebagai Gua terbesar dan terpanjang se-Asia Tenggara,” tuturnya, Senin (18/12/2023).
Kasidi juga menerangkan bahwa dulunya tercetus nama Goa lowo atau Gua kelelawar karena di tempat tersebut terdapat sejumlah kelelawar yang menghuni gua.
“Uniknya tidak ada hewan lain yang mampu bertahan hidup di dalam gua. Entah karena suara yang ditimbulkan oleh kelelawar atau faktor lain sehingga tidak ada hewan lain mampu tinggal selain kelelawar,” ujarnya.
Dijelaskan Kasidi, Goa Lowo cukup unik. Pasalnya lebar ruangan gua mencapai 50 meter dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 50 meter. Dengan kondisi tersebut, wisatawan tidak perlu takut kehabisan oksigen.
Sementara panjang Goa Lowo sendiri berkisar 2 Km. Namun dari total keseluruhan panjang gua, hanya 850 meter yang bisa dinikmati oleh wisatawan.
“Jika ada pengunjung yang ingin menyusuri sisa gua yang sepanjang 1.150 meter, pengunjung harus menyelami sungai bawah tanah sedalam 10 Meter,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Bambang Supriyadi menambahkan bahwa Goa Lowo yang ada di Trenggalek merupakan saksi bisu munculnya kawasan dan adat istiadat di Watulimo.
“Goa Lowo menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan, namun yang pasti di Goa Lowo terdapat pemandangan alam yang begitu eksotis,” ungkapnya saat dikonfirmasi ditempat terpisah.
Bambang juga menegaskan bahwa Goa Lowo merupakan wisata edukasi yang baik untuk pengetahuan anak-anak. Mulai dari pelajaran mengenal stalakmit maupun stalaktit, maupun sekedar bernostalgia.
“Jika dulu pernah ke Goa Lowo semasa kecil bersama orang tua, sekarang waktu yang pas untuk mengajak anak istri nya main ke Goa Lowo. Karena pasti yang kesana dulu sekarang sudah pada dewasa,” tambahnya.
Pihaknya juga memastikan area parkir yang ada di Goa Lowo mampu menampung lonjakan pengunjung. Pasalnya Goa lowo memiliki pintu masuk dan area parkir yang begitu luas.
“Jadi tidak usah khawatir tidak bisa parkir bila berkunjung ke Goa Lowo. Disana terdapat tempat parkir yang luas. Rombongan wisata ataupun mobil keluarga dipastikan tidak kebingungan dalam mengakses parkir,” pungkasnya.
Jadi, jika libur Natal dan Tahun Baru ke Watulimo, sempatkan mampir ke Goa Lowo. Pengunjung bisa menikmati keindahan Goa dengan berswa foto bersama keluarga ataupun sahabat.






