RagamWarta.com – Kantor DPRD Trenggalek didatangi puluhan masa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Mereka minta perhatiankan rakyat dengan turunkan harga beras dan perbaikan jalan yang berlubang.
Merespon tuntutan GMNI, Doding Rahmadi selaku Wakil Ketua DPRD Trenggalek mengaku senang ada yang menyampaikan aspirasi ke Pemerintah. Pihaknya juga tidak menampik kenyataan yang ada di lapangan saat ini.
“Memang di lapangan harga tengah naik dan pemerintah harus memberikan solusi agar inflasi tidak terlalu tinggi pada bahan pokok karena bisa berdampak buruk untuk rakyat,” ucapnya usai temui masa aksi, Jumat (15/3/2023.
Kemudian untuk jalan rusak, Doding mengklaim ada 76 persen jalan di Trenggalek masih dalam kondisi baik. Sementara sisanya yakni 24 persennya mengalami rusak, dan perlu perbaikan dari Pemerintah.
“Sesuai data yang ada, jalan yang sudah berstatus baik itu di angka 76 persen, sementara yang masih dalam perhatian ada sekitar 24 persen,” ujar Doding Rahmadi.
Pihaknya juga menegaskan bahwa dalam setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah berfokus pada prioritas. Pasalnya anggaran yang bisa dikucurkan untuk infrastruktur sangat terbatas.
“Setiap tahun ada prioritas untuk di fokuskan, namun dengan keterbatasan anggaran maka hanya mampu mengucurkan sekitar 300 – 400 miliar setiap tahunnya,” ungkap politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Doding juga menjelaskan regulasi yang dilakukan oleh Pemerintah sudah sangat layak. Pasalnya dalam menentukan sebuah pembangunan infrastruktur, dimulai dari usulan di tingkat kecamatan yang lanjut di saring di tingkat kabupaten.
“Dalam menentukan pembangunan infrastruktur dimulai dari usulan Musrenbang Kecamatan. Jadi usulan skala prioritas juga berdasarkan musrenbang di setiap kecamatan. Dua prioritas tertinggi pasti dianggarkan,” tegasnya.
Tidak hanya andalkan APBD, Pemkab Trenggalek juga lakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar ada pembangunan skala nasional di Kabupaten Trenggalek.
“Tahun ini untuk infrastruktur jalan rusak yang besar sesuai apa yang dalam aksi ini, Kecamatan Suruh Gamping itu ada anggaran 11 Miliar dan Jalan Ngumpleng, Sukowetan, Mlinjon 11 Miliar,” jelasnya.
Dijelaskan Doding, untuk setiap Kecamatan dalam perbaikan jalan skala kecil ada dua. Anggaran skala kecil tersebut dikisaran 1 miliar hingga 500 juta untuk perbaikan jalan.
“Kemudian jalan Kedunglurah sampai Krandegan juga akan diperbaiki dengan anggaran 5 Miliar. Kemudian yang kecil-kecil 1 Miliar sampai dengan 500 juta,” pungkasnya.






