RagamWarta.com – Bencana banjir yang sempat melanda Trenggalek pada Kamis (18/42024) lalu rugikan banyak masyarakat.
Kerugian paling nampak terjadi pada lahan pertanian yang kala itu turut terdampak banjir bandang. Jadi selain fasilitas umum, rumah dan tempat ibadah, lahan pertanian juga tak luput dari terjangan banjir.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, sejumlah lahan pertanian terdampak banjir. Tercatat terdapat 16 hektar lahan yang terkena banjir.
“Semuanya berada di kecamatan Trenggalek. Yang paling parah berimbas banjir adalah kelurahan Kelutan, Tamanan dan Ngantru,” ujar Kepala Dispertapan, Didik Susanto, Selasa (30/4/2024).
Dijabarkan Didik, di wilayah Kelutan, ada tiga hektar lahan pertanian terdampak banjir dan harus dipanen di usia muda. Selanjutnya di wilayah Tamanan terdapat 16 hektar lahan pertanian yang harus mengalami gagal panen.
Sementara di wilayah Kelurahan Ngantru tanaman yang lahannya terdampak banjir masih dapat diselamatkan.
“Dari ketiga wilayah tersebut sekitar 52 hektar masih bisa diselamatkan. Rata-rata usia tanaman padi yang terdampak banjir berada dikisaran 79 hari setelah tanam. Adapun Usia yang paling tua berada di 87 HST dan yang termuda adalah 60 HST,” jelasnya.
Di sisi lain, berdasarkan hasil pengamatan dari tim Ragam Warta, terdapat sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Munjungan yang turut terdampak banjir.
Hal ini lantaran banjir di wilayah tersebut banjir yang terjadi tergolong besar. Terdapat sejumlah lahan pertanian milik warga yang harus hilang lantaran terseret derasnya arus sungai.
Selain itu, sungai tempat terjadinya banjir juga mengalami pelebaran yang mengakibatkan lahan milik warga tergerus lebih dari setengah bagian.






