RagamWarta.com – Syah Muhammad Natanegara kembalikan formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati ke Partai Demokrat. Partai berlogo mobil mercedes itu jadi labuhan terakhir Syah dalam mencari kursi Wakil Bupati Trenggalek.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah mendaftar Insya Allah ini pendaftaran terakhir karena ada dua partai yang tidak membuka pendaftaran,” ucap Syah usai kembalikan formulir pendaftaran ke Partai Demokrat, Senin (4/6/2024).
Saat dikonfirmasi, Syah masih kekeh dengan pendiriannya bahwa hanya mendaftar jadi calon Wakil Bupati dan bukan calon Bupati Trenggalek.
“Perlu kami sampaikan, sampai hari saya sudah mendaftar di 6 Parpol. Mulai dari PDI Perjuangan, PKB Hanura, PKS, PAN dan ini terakhir di Demokrat. Dan masih sama, kita mendaftar sebagai calon wakil bupati,” tambahnya.
Diakui Syah, pihaknya memiliki hubungan khusus dengan Demokrat Trenggalek. Pasalnya tahun 2020 kemarin Syah diberangkatkan dari partai Demokrat. Menurutnya ia ingin mengulang sejarah.
“Saya tidak melupakan secara ketika 2020 kemarin. kita diberangkatkan yang salah satunya Partai Demokrat ini. Kita ingin mengulang sejarah, bagaimana dulu kita pernah berjuang bersama-sama dengan partai Demokrat,” ujarnya.
Syah juga menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa berjuang sendiri. Untuk membangun Trenggalek lebih baik, perlu kerjasama semua pihak.
“Kita tidak mungkin bisa berjuang sendirian, maka butuh kekuatan dari berbagai pihak. Dan ini adalah salah satu upaya dari kita untuk menyatukan berbagai macam kekuatan agar perjuangan kita untuk Kabupaten Trenggalek yang lebih baik lagi bisa berjalan dengan mulus,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Trenggalek Sugeng Riyono menjelaskan bahwa Syah merupakan pendaftar ke tiga. Dari ketiga orang itu, yang mendaftar calon Bupati cuma satu orang.
Sugeng juga menegaskan bahwa berkas pendaftaran bakal diserahkan ke DPP. Selain itu, keputusan rekomendasi juga ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Hari ini merupakan hari terakhir, setelah ini semua berkas pendaftar akan dikirim ke Surabaya dan setelah itu ke DPP dan keputusan juga ada di DPP Demokrat,” pungkas Sugeng Riyono.






