RagamWarta.com – Kekeringan yang melanda Kabupaten Trenggalek semakin meluas. Bahkan saat ini berdampak pada 13.760 jiwa dari 4.917 Kepala Keluarga (KK) di 33 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat jumlah desa terdampak terus bertambah. Bertambahnya cakupan kekeringan meningkat seiring intensitas cuara panas semakin panjang.
Sontak hal ini membuat warga Trenggalek di sejumlah wilayah terdampak kesulitan mendapatkan air bersih. Tentu hal ini membuat Pemerintah Daerah tidak tinggal diam, sejumlah air bersih digelontorkan untuk masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih melalui 158 tangki untuk berbagai desa yang sudah mengajukan permintaan bantuan.
Selain itu, BPBD Trenggalek juga menyediakan 93 tandon air, 33 tandon lipat, 128 terpal, dan 323 jerigen untuk membantu warga mengatasi kekurangan air bersih di tengah kekeringan ini.
“Kekeringan sudah melanda 33 desa di 11 kecamatan. Untuk membantu menampung air yang digunakan masyarakat, hingga saat ini kami sudah menyalurkan 158 tangki air ke berbagai desa yang terdampak kekeringan,” ujar Triadi.
Adapun desa di Kecamatan Tugu yang telah menerima bantuan air bersih antara lain ada Desa Pucanganak dengan 3 tangki, Desa Nglinggis 2 tangki, Desa Dermosari 12 tangki, Desa Ngepeh 1 tangki, dan Desa Prambon 1 tangki.
Sementara Kecamatan Panggul, bantuan disalurkan ke Desa Terbis dengan 10 tangki, Desa Besuki 14 tangki, Desa Ngrencak 18 tangki, Desa Karangtengah 3 tangki, Desa Nglebeng 4 tangki, Desa Kertosono 5 tangki, dan Desa Banjar 1 tangki.
Untuk Kecamatan Bendungan, bantuan air disalurkan ke Desa Sengon dan Desa Srabah masing-masing 1 tangki.
Sedangkan di Kecamatan Karangan, Desa Jatiprahu menerima 1 tangki dan Desa Ngentrong 3 tangki air. Di Kecamatan Suruh, Desa Mlinjon dan Desa Wonokerto masing-masing mendapatkan 1 tangki air.
Di Kecamatan Dongko, Desa Pandean menerima 4 tangki bantuan air. Untuk Kecamatan Trenggalek, Desa Ngares menerima 6 tangki, Desa Sumberdadi 2 tangki, dan Desa Tamanan 2 tangki.
Kecamatan Pogalan merupakan wilayah dengan kebutuhan air bersih yang cukup tinggi. Desa Ngulanwetan menerima 27 tangki bantuan, sementara Desa Pogalan mendapatkan 5 tangki, Desa Gembleb 10 tangki, dan Desa Ngadirejo belum mengajukan permintaan bantuan.
Desa Wonoanti di Kecamatan Gandusari juga menjadi salah satu wilayah terdampak terparah, menerima 17 tangki air bersih. Namun, Desa Ngrayung belum mengajukan permintaan bantuan air.
Kecamatan Durenan juga tidak luput dari dampak kekeringan. Desa Sumberejo menerima 2 tangki air bersih, sedangkan Desa Gador mendapatkan 3 tangki air bersih.
Dan di Kecamatan Pule juga terdampak kekeringan, namun dua desa belum mengajukan bantuan air bersih. Kedua desa tersebut adalah Desa Tanggaran dan Desa Sukokidul.
Diungkapkan Triadi bahwa BPBD Trenggalek terus memantau kondisi kekeringan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan air bersih berjalan lancar.
Dirinya juga mengimbau masyarakat di desa-desa terdampak yang belum mengajukan bantuan air bersih untuk segera melaporkan kebutuhan mereka kepada pihak terkait.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih proaktif dalam melaporkan kondisi kekeringan di wilayah mereka. Hal ini supaya distribusi air bersih dapat dilakukan tepat waktu dan tidak ada yang kekurangan,” tutupnya.






