Upaya BPBD Trenggalek Tangani Kekeringan di Tengah Musim Kemarau Berkepanjangan

Kamis, 7 November 2024 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat BPBD Trenggalek dak BPBD Jatim kolaborasi distribusikan air bersih untuk masyarakat Trenggalek yang tengah terdampak kekeringan.

Saat BPBD Trenggalek dak BPBD Jatim kolaborasi distribusikan air bersih untuk masyarakat Trenggalek yang tengah terdampak kekeringan.

RagamWarta.com – Trenggalek terus dilanda krisis kekeringan dan bahkan semakin meluas. Sampai saat ini, dihitung sudah ada 72 desa di 14 kecamatan di Trenggalek yang terdampak kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyatakan bahwa data terbaru menunjukkan perluasan dampak kekeringan, dengan tambahan desa yang kini mengalami kesulitan air bersih.

Dari data BPBD Trenggalek per 31 Oktober 2024, tercatat 72 desa di 14 kecamatan terdampak bencana kekeringan. Angka tersebut meningkat meningkat dari 70 desa pada 21 Oktober lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi yang terjadi membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 38.190 jiwa dari 15.794 kepala keluarga terdampak langsung akibat minimnya akses air bersih.

“Kekeringan yang melanda Trenggalek terus menunjukkan peningkatan sejak awal musim kemarau. Dan Kecamatan Panggul menjadi salah satu wilayah yang paling parah, dengan 15 desa terdampak,” ucap Triadi.

Untuk menanggulangi kekeringan, BPBD Trenggalek telah menyalurkan 1.903 tangki air bersih, serta berbagai perlengkapan seperti tandon, terpal, dan jeriken.

Meskipun demikian, musim kemarau tahun ini diperkirakan baru akan berakhir pada November 2024 oleh BMKG. Tentu hal tersebut membuat bantuan semacam ini perlu terus digencarkan.

Selain distribusi air bersih, BPBD Trenggalek bersama BPBD Jawa Timur juga mengupayakan solusi jangka panjang seperti pengeboran sumur dalam untuk memastikan pasokan air di musim kemarau.

Di sisi lain, sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah mengalami hujan, meskipun sebagian masih menghadapi bencana kekeringan.

Bahkan ada 27 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, dengan Kabupaten Bojonegoro sebagai wilayah terdampak paling parah.

 

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru