Petani Muda di Trenggalek Terus Berkurang, Data BPS Catat Tak Sampai 10 Persen

Jumat, 8 November 2024 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi panen padi di Gandusari Trenggalek

Ilustrasi panen padi di Gandusari Trenggalek

RagamWarta.com – Sektor pertanian di Trenggalek nampaknya bakal punah dalam beberapa tahun kedepan. Salah satu penyebab fenomena ini terjadi karena rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek menunjukkan bahwa lebih dari separuh petani di Trenggalek berusia 55 tahun ke atas, dengan hanya 8,3% petani berusia di bawah 35 tahun.

Emil Wahyudiono, Kepala BPS Trenggalek menjelaskan bahwa rendahnya minat petani muda tidak hanya disebabkan oleh persepsi buruk terkait pekerjaan yang dianggap berkotor-kotor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian hal ini diperparah dengan kurangnya penerapan teknologi modern dalam bidang pertanian. Padahal hal tersebut diyakini yang justru bisa membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

“Kita menghadapi persaingan global. Kalau teknologi di pertanian tidak berkembang, kita kalah saing. Karena itu, diperlukan strategi yang mampu menarik minat generasi muda agar mereka mau masuk ke sektor ini,” ujar Emil.

Pendekatan teknologi seperti sistem irigasi otomatis, sensor tanah, dan drone pemantau lahan diklaim bisa meningkatkan produktivitas dan daya tarik sektor pertanian.

Namun, hingga saat ini pemanfaatan teknologi pertanian modern di Trenggalek masih terhambat oleh keterbatasan akses dan dominasi petani berusia tua yang cenderung lambat dalam mengadopsi inovasi baru.

Menurut Emil, regenerasi petani di Trenggalek harus dipacu dengan mengintegrasikan teknologi yang sesuai dengan preferensi dan gaya hidup anak muda.

“Urban farming yang dapat dilakukan di lahan sempit dengan teknologi minimalis misalnya. Hal itu dinilai lebih mudah diterima generasi muda yang cenderung memilih pekerjaan di lingkungan yang lebih bersih dan modern,” terangnya.

Kepala BPS Trenggalek berharap ke depannya bisa terbentuk ekosistem pertanian yang tidak hanya produktif tapi juga kompetitif, dengan didukung oleh petani muda yang melek teknologi pertanian.

“Kalau teknologi masuk dan diterima baik oleh generasi muda, potensi pertanian kita bisa jauh lebih optimal,” tambahnya.

Secara lebih rinci, Emil Wahyudiono menyebutkan hanya petani dengan usia di bawah 35 tahun tidak lebih dari 10 persen.

Sementara sebanyak 49,77% petani kita berusia 55 tahun ke atas. Sedangkan kelompok usia 45-54 tahun mencapai 24,18%. Sisanya, petani berusia 35-44 tahun mencakup 17,75% dan hanya 8,3% di bawah 35 tahun.

 

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan
Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Berita Terbaru