Kuota Transmigrasi di Trenggalek Terus Menyusut, Tahun ini Hanya Kebagian 2 KK

Selasa, 12 November 2024 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rumah seorang transmigran (Foto: SS YouTube keluargaku Bahagia)

Ilustrasi rumah seorang transmigran (Foto: SS YouTube keluargaku Bahagia)

RagamWarta.com – Program transmigrasi masih menjadi harapan masyarakat Trenggalek yang mencari peluang ekonomi baru. Namun, tren penurunan kuota dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan di tahun 2024, kuota transmigrasi yang dicatat oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek hanya 2 Kepala Keluarga (KK).

Mereka ditempatkan di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang ditargetkan menjadi area pendukung ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap keluarga transmigran akan mendapatkan lahan pertanian seluas 2 hektar, diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi melalui kegiatan pertanian di lahan yang subur tersebut.

Kepala Disperinaker Trenggalek, Heri Julianto, mengakui bahwa program transmigrasi saat ini tengah menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan penurunan alokasi kuota.

“Program transmigrasi saat ini bukan lagi prioritas nasional. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti efisiensi anggaran, keterbatasan lahan, dan pengalaman masa lalu,” ungkap Heri saat dikonfirmasi awak media.

Meski kuota menurun, minat masyarakat Trenggalek terhadap program ini tetap tinggi. Bagi banyak keluarga, transmigrasi menawarkan kesempatan untuk mengubah kondisi ekonomi mereka.

“Transmigrasi masih diminati karena ada peluang untuk mendapatkan rumah dan lahan. Ini menjadi daya tarik besar terutama bagi masyarakat yang ingin meningkatkan penghidupan mereka melalui bertani,” tambah Heri.

Trenggalek sendiri aktif dalam mengirimkan transmigran sejak beberapa tahun terakhir. Dari 2019 hingga 2023, tercatat 55 KK diberangkatkan ke berbagai lokasi transmigrasi di Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.

Tahun 2019 merupakan puncak pengiriman dengan kuota tertinggi mencapai 25 KK. Namun, pandemi Covid-19 pada 2020 menyebabkan terhentinya pengiriman, dan kuota terus menurun hingga hanya 2 KK pada 2023.

Meski tantangan transmigrasi terus bertambah, masyarakat Trenggalek yang telah pindah ke daerah tujuan tetap memilih bertahan dan beradaptasi.

Menurut Heri, tidak ada transmigran yang kembali ke Trenggalek, menunjukkan bahwa mereka telah merasa nyaman dan produktif di tempat baru.

Tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Trenggalek bahkan mendapat penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi atas komitmen mereka dalam mendukung program ini.

Kedepannya, Heri berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali alokasi kuota transmigrasi, terutama bagi daerah yang masyarakatnya masih sangat membutuhkan peluang ini.

Program transmigrasi diharapkan tetap menjadi opsi bagi keluarga yang ingin membangun kehidupan baru melalui pertanian dan pemanfaatan lahan di daerah-daerah yang berpotensi ekonomi tinggi.

 

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru