Komisi II DPRD Trenggalek Sidak Program Bantuan Ternak, Jika Hasilnya Bagus Akan Dilanjut

Rabu, 8 Januari 2025 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi II DPRD Trenggalek melihat budidaya kolam ikan milik Kelompok Tani Makmur yang dipimpin bapak Munaji.

Komisi II DPRD Trenggalek melihat budidaya kolam ikan milik Kelompok Tani Makmur yang dipimpin bapak Munaji.

RagamWarta.com – Pastikan program bantuan ternak tepat sasaran, Komisi II DPRD Trenggalek kunjungi sejumlah kelompok tani ternak. Sidak menyadar dua kelompok ternak di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, kabupaten Trenggalek.

Diungkapkan Mugianto selaku Ketua Komisi II DPRD Trenggalek bahwa ada dua kelompok ternak yang ia datangi. Keduanya adalah kelompok Makmur Lestari dan Tani Makmur.

“Bantuan berasal dari APBD Trenggalek tahun 2024 kemarin. Bantuan yang di terima oleh dua kelompok tersebut berasal dari Dinas Peternakan serta Dinas Perikanan dan Kelautan,” ucap Mugianto, Rabu (8/12/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mugianto juga menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan ini tidak lain untuk melakukan peninjauan dan evaluasi pengelolaan bantuan oleh kelompok ternak untuk dijadikan pedoman kelanjutan.

“Dengan diberikannya bantuan di tahun 2024, kita ingin evaluasi apakah program semacam ini layak dilanjutkan pada tahun 2025 ini,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Kang Obeng itu juga mengakui bahwa hasil evaluasi terhadap dua kelompok tani ternak cukup baik. Hal itu nampak dari sudah terdaftarnya anggota kelompok dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Masing-masing anggota kelompok kurang lebih 30 orang. Hasilnya cukup baik sepertinya program seperti ini layak untuk dilanjutkan di tahun ini. Apalagi mayoritas anggota kelompok yang menerisa sudah masuk DTKS,” tegasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa program semacam ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Trenggalek.

“Seharusnya program-program serupa bisa diperluas sasaran penerimanya, jadi tidak hanya masyarakat miskin ekstrem tetapi juga masyarakat rentan miskin juga bisa diberikan bantuan serupa,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek tanyai salah satu kelompok tani ternak.
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek tanyai salah satu kelompok tani ternak.

Sementara itu ditemukan yang sama, Didik Santoso selaku Ketua Kelompok Makmur Lestari yang mendapat bantuan kambing mengaku senang. Menurutnya bantuan sangat berguna bagi masyarakat.

“Alhamdulillah dapat bantuan 30 ekor kambing di tahun lalu. Untuk saat ini kambing sudah dibawa masing-masing kelompok,” ucap ketua kelompok tani ternak yang mendapat bantuan dari berupa bibit ekor kambing,” ucapnya.

Bahkan pihaknya mengklaim bahwa untuk program pemberian bibit kambing ini telah membantu masyarakat sekitar yang tidak lain merupakan anggota kelompok tani ternaknya.

Kondisi tersebut diklaim berhasil sebab ada yang telah hamil 6 ekor. Walaupun sudah ada yang hamil, ada 2 ekor kambing yang mati karena ada penyakit karena faktor alam.

“Sejak 5 bulan yang lalu kami menerima kambing, sudah ada dua ekor yang meninggal, penyebabnya kemungkinan karena cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu lalu,” akunya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Kelompok Tani Makmur yakni Munaji. Kelompok tani ternak ini menerima bantuan bibit ikan lele dan gurami.

“Kami menerima bantuan bibit ikan tahun 2024 kemarin. Bibit ikan itu kami budidayakan pada 15 kolam bundar. 6 kolam kita isi ikan lele sementara sisanya yaitu 9 kolam disi ikan gurami,” ujar Munaji.

Agak berbeda dari rekannya, budidaya yang dikelola kelompoknya mengalami kendala. Ia menduga faktor cuaca dan lingkungan penyebabnya.

“Diawal mengisi ikan lele terdapat kendala karena faktor alam, banyak yang kembung saat mau panen. Padahal sudah ada tengkulak yang nawar ikan,” ungkapnya.

Jadi di proses pertama dikatakan Munaji belum menghasilkan nilai ekonomis karena ikan lele mengalami perut kembung. Sedang untuk proses saat ini selain ikan lele ditambah ikan gurami.

“Saat kami masih coba-coba, ikan jenis apa yang mudah dibudidayakan, tahan penyakit. Selain itu kami juga tengah belajar bagaimana melakukan pengkondisian air agar ikan senantiasa sehat hingga masa panen,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
Tunggakan Biaya Rumah Sakit Rosmini Berpeluang Dibebaskan
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Kamis, 24 September 2026 - 15:05 WIB

Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Berita Terbaru