RagamWarta.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek pastikan AMN (10) anak dari korban pembunuhan di Hotel Bukit Jaas, mendapatkan perlindungan dan pendampingan intensif.
Bahkan diungkapkan Pelaksana tugas Kepala Dinsos P3A Trenggalek, Christina Ambarwati menegaskan bahwa pendampingan terhadap AMN kini menjadi prioritas utama.
“Ini konteksnya pidana murni, bukan KDRT, karena pelaku dan korban adalah pasangan kekasih. Tapi karena ada anak yang terdampak langsung, fokus kami adalah memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis,” ujar Christina saat dikonfirmasi pada Selasa (15/4/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Christina menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi lintas daerah untuk memastikan penanganan psikologis berjalan optimal.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinsos Ponorogo dan UPTD Provinsi Jawa Timur. Insyaallah Rabu (16/4/2025) kami akan mengunjungi rumah korban di Ponorogo, karena anaknya sudah pulang dari rumah sakit,” tambahnya.
Kunjungan itu juga akan digunakan untuk menyiapkan pendampingan psikologis secara klinis dan memastikan perlindungan maksimal selama proses hukum berlangsung.
Christina juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi AMN hingga proses hukum terhadap pelaku selesai.
“Karena proses hukumnya dilakukan di Trenggalek, kami pastikan AMN mendapatkan pendampingan penuh, termasuk saat ia harus memberikan kesaksian di persidangan,” ungkapnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena selain menghilangkan nyawa YN (34), pelaku yang merupakan kekasihnya sendiri itu juga tega tega menganiaya putra korban yaitu AMN.
Apalagi selain menjadi korban kebengisan SE (41), AMN juga menyaksikan langsung tragedi berdarah yang menyebabkan ibunya meninggal dunia.
Saat dinyatakan selamat dan dilarikan ke Rumah Sakit diketahui bahwa AMN mengalami lebih dari 10 luka akibat dipukul pelaku menggunakan palu.
Meski peristiwa terjadi di Trenggalek, AMN sebenarnya merupakan warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Ia tinggal dan bersekolah di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Trenggalek.






