Cara PT JET Trenggalek Hadapi Kekurangan Modal, dari Gotong Royong hingga Skema Bagi Hasil

Rabu, 16 April 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU yang dinaungi PT JET

Suasana pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU yang dinaungi PT JET

RagamWarta.com – PT Jwalita Energi Trenggalek (JET), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tengah menghadapi defisit anggaran hingga Rp 300 juta untuk belanja Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur PT JET, Mardianto Harahap, mengungkapkan kondisi ini memaksa pihaknya mencari solusi jangka pendek melalui gotong royong karyawan dan skema bagi hasil dengan mitra investor.

“Ada defisit Rp 300 juta yang sedang kami usahakan secara eksternal,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mardianto menjelaskan bahwa modal dasar pendirian SPBU milik daerah itu seharusnya senilai Rp 35 miliar. Namun hingga kini, modal yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek baru mencapai sekitar Rp 11 miliar.

“Dari Rp11 miliar itu, Rp10 miliar berupa aset, sedangkan Rp1 miliarnya berupa uang tunai. Jadi kalau dihitung, saham pemkab baru 34 persen, padahal seharusnya minimal 51 persen,” terangnya.

Sebenarnya Pemkab Trenggalek telah mengalokasikan Rp 648 juta untuk belanja BBM. Akan tetapi, sejak semester dua tahun 2024, harga BBM mengalami kenaikan. Alhasil PT JET harus mencarikan dana tambahan untuk bisa membeli BBM.

“Kenaikannya sekitar Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar untuk volume pembelian yang sama. Ini jelas mempengaruhi operasional kami,” tegas Direktur PT JET.

Mardianto juga menegaskan bahwa belanja BBM adalah kebutuhan pokok untuk menjalankan SPBU. Sementara masalah muncul karena BBM yang sudah dibeli tidak bisa langsung habis terjual.

“Sebagian masih di tangki, sebagian masih dipesan ke Pertamina. Sementara modal kami terbatas. Inilah yang sedang kami ajukan tambahan ke eksekutif dan legislatif,” jelas pria asal Jember tersebut.

Direktur PT JET, Mardianto Harahap saat dikonfirmasi awak media di SPBU Terminal Surodakan Trenggalek.

Bahkan pihaknya mengklaim bahwa karyawan PT. JET ikut gotong royong dalam membantu pengadaan BBM agar SPBU tetap beroperasi.

“Karyawan punya kepedulian tinggi. Kalau BBM tidak ada, mereka tidak bisa jualan. Makanya mereka ikut gotong royong,” ungkap Mar.

Selain itu, PT JET juga menggandeng investor melalui skema sharing profit atau bagi hasil.

“Yang terpenting, kami harus tetap bisa belanja BBM. Karena ini pengeluaran wajib dan marginnya kecil, jadi volume itu sangat penting,” tambahnya.

PT JET sebenarnya sudah mengajukan tambahan modal ke Pemkab Trenggalek sejak tahun anggaran 2024. Namun, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal sempat tertunda.

“Pengajuan ini berdasarkan hasil analisa konsultan dan sudah disetujui internal kami dan para pemegang saham. Sekarang tinggal menunggu DPRD,” bebernya.

Total tambahan modal yang diajukan senilai Rp 1,6 miliar. Dana ini rencananya akan digunakan untuk peremajaan mesin SPBU yang sudah uzur.

“Mesin kita rata-rata sudah berusia 21–22 tahun, padahal idealnya maksimal 20 tahun. Sparepart-nya pun sudah sulit didapat,” ucap Mar sapaan akrab Direktur PT. JET.

Kerusakan pada mesin ini menyebabkan kerugian atau losses operasional yang cukup besar.

“Kalau uangkan, losses SPBU berkisar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta per tahun. Kalau kita bisa menyelamatkan Rp 300 juta lewat peremajaan mesin, itu bisa jadi pemasukan kembali untuk daerah,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha

Berita Terbaru