RagamWarta.com – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menyebabkan satu anak meninggal dunia dan enam warga lainnya masih dalam pencarian.
“Satu anak berusia enam tahun, beorinisial MH, ditemukan meninggal dunia setelah terbawa arus banjir di Kecamatan Munjungan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Admono, Selasa (20/5/2025).
Triadi menjelaskan bahwa bencana banjir di Trenggalek kali ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Senin (19/5) malam.
Curah hujan tinggi menyebabkan air sungai meluap dan memicu banjir di lima kecamatan, yakni Trenggalek, Munjungan, Pogalan, Karangan, dan Gandusari. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter.
Menurut Triadi, kondisi air di Kecamatan Trenggalek dan Munjungan mulai surut. Namun, di Kecamatan Pogalan dan Karangan, air masih menggenang dengan ketinggian masing-masing antara 40–100 sentimeter dan 20–40 sentimeter.
“Yang mengkhawatirkan saat ini justru di Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari. Ketinggian air di sana meningkat karena tanggul sungai jebol,” jelasnya.
BPBD Trenggalek telah mendirikan posko darurat di Kecamatan Trenggalek dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses evakuasi dan pendataan warga terdampak.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Tiga rumah warga tertimbun material longsor dan enam orang dinyatakan hilang.
“Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap enam warga yang tertimbun longsor. Hingga saat ini, pencarian korban masih menjadi fokus utama di lapangan,” ujarnya.
Adapun kerugian materiil sementara meliputi 11 rumah terdampak, lima rumah rusak berat, lima ruas jalan tertutup longsor, satu tanggul jebol, dan satu jembatan turut terdampak.






