Longsor Trenggalek: Enam Orang Belum Ditemukan, Gubernur Janjikan Hunian Tetap untuk Korban

Kamis, 22 Mei 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi korban tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Evakuasi korban tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

RagamWarta.com – Bencana tanah longsor yang menerjang Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Senin (19/5/2025) jadi perhatian Pemprov Jatim.

Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Sekitar pukul 16.10 WIB, tebing di kawasan pemukiman warga longsor dan menimbun lima rumah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, terdapat 12 rumah yang terdampak, lima di antaranya tertimbun material longsor. 10 kepala keluarga atau 30 jiwa menjadi korban yang terdampak langsung.

Sementara itu, 26 warga lainnya mengungsi ke Paseban, Desa Depok. Hingga Kamis (22/5/2025), enam orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsor.

Merespons bencana tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lokasi pengungsian.

Dalam kunjungannya, Khofifah memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyiapkan hunian tetap bagi seluruh warga terdampak.

“Saya bersama Kepala Dinas PU Bina Marga, Dinas Perumahan Rakyat, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Sosial, dan BPBD tentu ingin mencarikan solusi efektif dari apa yang terjadi di Dusun Kebonagung ini,” ujar Khofifah, Rabu (21/5/2025) malam.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sambangi posko pengungsian korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. (Humas Pemprov Jatim)

Khofifah menegaskan, pembangunan rumah relokasi akan dilakukan secepat mungkin, asalkan lahan telah tersedia. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk segera mengidentifikasi dan menentukan lokasi relokasi yang aman.

“Kalau lahan saya minta Pemkab melakukan identifikasi di titik mana lahan-lahan itu bisa dijadikan relokasi supaya hunian mereka aman,” tegasnya.

Gubernur menyebut, anggaran pembangunan akan menggunakan skema Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari APBD Jawa Timur 2025. Ia memastikan bahwa dana tersebut tidak terkena pemotongan karena efisiensi.

“Kalau BTT itu tidak ada efisiensi. Ini kan kategori bantuan tidak terduga seperti yang kita alami di Trenggalek hari ini misalnya, untuk perlindungan masyarakat seperti relokasi rumah itu tidak ada kaitan dengan efisiensi,” jelas Khofifah.

Selain pernyataan tentang relokasi, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jatim dan jajaran kepolisian atas keterlibatan tim K9 (anjing pelacak) dalam pencarian korban.

“Anjing pelacaknya juga dilibatkan untuk mencari keenam korban. Jadi tentu kita berharap bahwa seluruh proses penanganan ini bisa kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto telah berada di lokasi sejak malam hari setelah kejadian.

Menurut Khofifah, ia terus menerima laporan dan pembaruan dari tim yang bertugas di lapangan.

“Dari tanggal 19 malam sebetulnya Kalaksa BPBD provinsi, Pak Gatot sudah turun dan menyampaikan update dari apa yang ditemukan di lapangan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Jatim juga menyerahkan bantuan logistik kepada para pengungsi, di antaranya ribuan kaleng makanan siap saji, peralatan masak, pakaian, serta bahan pangan seperti beras, gula, dan sayuran untuk keperluan dapur umum.

 

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru