Beda Data Karst Antar Kementerian, Revisi RTRW Trenggalek Terus Tertunda

Selasa, 17 Juni 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pegunungan karst di Kecamatan Watulimo, Trenggalek. (Foto: Widya Andriana - Mongabay)

Salah satu pegunungan karst di Kecamatan Watulimo, Trenggalek. (Foto: Widya Andriana - Mongabay)

RagamWarta.com – Empat tahun sejak disahkan dalam paripurna DPRD pada 2020, revisi Rencana Tata Ruang Wilayah / RTRW Trenggalek hingga kini belum juga mendapat pengesahan dari pemerintah pusat.

Dijelaskan Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi bahwa kendala utama terletak pada perbedaan data kawasan karst antar kementerian, terutama antara Kementerian ESDM dan KLHK.

“Informasi terakhir yang kami terima, proses RTRW masih terus berjalan di pusat. Komunikasi antar kementerian untuk menyelesaikan perselisihan yang ada terus dilakukan,” jelas Doding, Senin (16/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hingga kini belum ada kesepahaman soal batas dan luas kawasan karst di Trenggalek. Kedua kementerian mengantongi versi data yang berbeda, sehingga menyulitkan sinkronisasi.

“Masalah utama justru pada data kawasan karst. KLHK dan ESDM punya versi data yang tidak sama. Ini yang membuat revisi RTRW tersendat,” terangnya.

Doding berharap pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden terpilih dapat lebih progresif menyelesaikan persoalan ini. Ia menilai revisi RTRW sangat strategis karena menyangkut kepentingan pembangunan daerah.

“Beberapa waktu lalu Menteri Lingkungan Hidup datang langsung ke Trenggalek. Kami optimistis pemerintahan baru akan lebih tanggap dan cepat mengambil keputusan,” ucapnya.

Politisi yang berangkat dari PDIP ini juga menekankan akan pentingnya perlindungan lahan pertanian dalam revisi tata ruang. Ia meminta pemerintah daerah tetap menjaga kebijakan melalui Peraturan Bupati yang telah ada.

“Perbup yang mengatur lahan pertanian berkelanjutan harus dijaga. Jangan sampai lahan kita makin berkurang, apalagi sekarang ketahanan pangan jadi isu strategis nasional,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru