RagamWarta.com – Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Trenggalek terbukti memberikan dampak positif terhadap pengendalian laju pertumbuhan penduduk.
Hal ini dikarenakan partisipasi masyarakat dalam penggunaan alat kontrasepsi modern relatif tinggi dalam lima tahun terakhir, sehingga angka kelahiran bisa ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto menyebutkan bahwa capaian Prevalensi Kontrasepsi Modern (mCPR) selama periode 2020–2024 umumnya berada di atas target.
“Pada 2020 mCPR mencapai 77,10 persen, naik tipis di 2021 menjadi 77,15 persen. Dua tahun berikutnya stabil di 76,27 persen. Hanya di 2024 yang turun ke 72,41 persen, atau sedikit di bawah target,” ujar Sunarto, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, penggunaan kontrasepsi yang konsisten berbanding lurus dengan tren angka kelahiran.
Data menunjukkan, kelahiran hidup (KH) di Trenggalek menurun dari 8.960 pada 2020 menjadi 8.484 di 2021, lalu 8.176 di 2022, dan 8.101 di 2023. Namun, di 2024 angka kelahiran kembali naik menjadi 9.431.
“Secara umum, KB mampu menekan laju kelahiran. Hanya saja, kenaikan di 2024 menjadi catatan penting bagi kami untuk memperkuat kembali edukasi dan pemanfaatan kontrasepsi, khususnya metode modern seperti suntik yang paling diminati,” pungkasnya.






