Mas Ipin Siapkan Relokasi dan Sistem Peringatan Dini untuk Warga Rawan Longsor di Bendungan

Selasa, 4 November 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tinjau rumah korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Senin (3/11/2025).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tinjau rumah korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Senin (3/11/2025).

RagamWarta.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyiapkan sejumlah langkah strategis pasca bencana tanah longsor yang menewaskan empat warga di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Mulai dari pembangunan tempat pengungsian sementara, edukasi kebencanaan bagi warga, hingga rencana relokasi permanen bagi penduduk yang tinggal di zona rawan.

Dalam kunjungan lapangan, pada Senin (3/11/2025), Mas Ipin bersama jajaran BPBD Provinsi Jawa Timur, Kementerian Sosial, dan Forkopimda Trenggalek meninjau langsung titik longsor yang menelan korban jiwa.

Hasil pantauan langsung menunjukkan kondisi tanah di sekitar mahkota longsor masih retak dan berpotensi bergerak saat diguyur hujan deras.

“Kita harus pastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena wilayah ini masih masuk zona rawan, maka setiap kali curah hujan tinggi, warga harus segera mengungsi ke tempat aman,” tegasnya.

Sebagai langkah cepat, Bupati Trenggalek memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial mendirikan tempat pengungsian sementara di SDN Satu Atap Desa Depok.

“Kita siapkan fasilitas sekolah itu untuk kebutuhan dasar warga, mulai dari tempat tidur, konsumsi, hingga air minum. Tapi dalam jangka panjang, kita menyiapkan lahan untuk relokasi,” ujarnya.

Mas Ipin juga menjelaskan bahwa Pemkab Trenggalek telah menyiapkan rencana relokasi bagi puluhan rumah di kawasan Depok yang dinilai tak lagi layak huni karena ancaman tanah gerak.

“Ada sekitar 95 rumah yang akan kita usulkan untuk dibangun kembali di lokasi aman. Ini bagian dari penanganan jangka panjang agar warga bisa hidup tenang tanpa ancaman bencana,” tambahnya.

Ia juga menekankan akan pentingnya membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi kebencanaan.

“Yang paling penting adalah memberikan pengetahuan kepada warga, bahwa mereka tinggal di zona rawan. Jadi, kalau curah hujan tinggi, jangan menunggu, segera mengungsi,” pesan Mas Ipin.

Untuk memperkuat sistem mitigasi, ia meminta BPBD Trenggalek untuk memperluas pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) di desa-desa rawan, serta bekerja sama dengan jaringan komunikasi darurat seperti RAPI dan ORARI.

“Ketika listrik padam dan sinyal seluler hilang, kita masih bisa pantau kondisi melalui jaringan radio lokal. Saya minta BPBD memastikan itu berfungsi optimal,” terangnya.

Selain menangani aspek darurat, Bupati yang juga menjabat Wakil Ketua Umum APKASI ini menegaskan akan pentingnya sinergi lintas lembaga.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Gus Menteri Sosial yang sudah menugaskan timnya untuk hadir. Kita akan gabungkan sumber daya dan pendanaan agar relokasi bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Menurut Mas Ipin, langkah-langkah cepat menjadi bagian dari upaya Pemkab Trenggalek menata kebijakan mitigasi berbasis kesiapsiagaan masyarakat.

“Kita tidak bisa melawan bencana, tapi kita bisa mempersiapkan diri agar tidak ada korban lagi,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru