RagamWarta.com – Rencana pameran dan bursa keris di Trenggalek yang bakal dibuka besok pada 25 November 2025 di Pendopo Manggala Praja Nugraha menimbulkan kekecewaan banyak tokoh perkerisan
Dua tokoh perkerisan, Muhammad Taslim dan Toni Saputra atau biasa dipanggil “Tosa” menyaku kecewa karena ada dugaan perubahan keputusan di luar hasil musyawarah resmi yang digelar dinas terkait pada 24 Oktober lalu.
Muhammad Taslim, mantan Ketua Parikesit yang disebut sebagai perintis kegiatan menyampaikan kekecewaannya setelah posisi yang ditetapkan kepadanya dalam musyawarah yakni sebagai ketua bidang pameran diduga “diserobot” pihak lain.
“Sebelum musyawarah dinas, saya sudah komunikasi dengan Ketua DPRD Trenggalek. Beliau minta saya mengumpulkan dulur-dulur perkerisan. Dari situlah rencana kegiatan ini berawal,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Diceritakan Taslim, dalam rapat tanggal 24 Oktober 2025, peserta forum sepakat menetapkan struktur panitia, dengan Sawaji sebagai ketua umum dan Taslim sebagai ketua bidang pameran.
Namun rekomendasi tertulis yang dijanjikan dinas tak kunjung diterbitkan. Justru muncul kabar bahwa kegiatan dikelola oleh pihak lain yang tidak masuk dalam keputusan rapat tersebut.
“Yang buat saya kecewa, hak saya sebagai ketua bidang pameran itu diserobot. Padahal keputusan itu sah dari musyawarah resmi. Anehnya, pihak yang tidak mendapat rekom malah yang menjalankan kegiatan,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Toni Saputra atau biasa dipanggil Tosa selaku perwakilan Paguyuban Panji Patrem yang hadir dalam rapat 24 Oktober 2025. Menurutnya keputusan forum saat itu sudah sangat jelas dan terbuka.
“Voting dilakukan untuk menentukan ketua umum dan ketua bidang. Hasilnya, Pak Sawaji jadi ketua umum dan Pak Taslim jadi koordinator pameran. Itu disepakati bersama dan ditutup secara resmi,” jelasnya.
Tosa juga tidak menampik bahwa munculnya kekecewaan dari banyak pihak karena hasil musyawarah yang tidak dijalankan.
“Kita ini sudah diundang rapat, sudah bermusyawarah, dan hasilnya disahkan Kepala Dinas. Kalau kemudian berubah di tengah jalan, apa gunanya musyawarah kemarin?” katanya.
Ia juga mengungkap bahwa Paguyuban Panji Patrem tidak dilibatkan dalam struktur panitia yang berjalan saat ini.
“Setahu saya tidak ada perwakilan kami dikepanitiaan. Soal alasannya, tentu ketua paguyuban yang lebih tahu,” pungkas Tosa saat dikonfirmasi melalui saluran telepon.






