Kasus Narkoba Naik di Trenggalek, Polisi Soroti Peran Media Sosial

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki pimpin upacara apel pasukan di Mapolres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki pimpin upacara apel pasukan di Mapolres Trenggalek.

RagamWarta.com – Kasus narkoba naik di Trenggalek sepanjang tahun 2025 mulai menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan.

Kepolisian mencatat, remaja kini menjadi salah satu sasaran utama jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi.

Data yang dihimpun menunjukkan, selama 2025 Satresnarkoba Polres Trenggalek menangani 84 kasus narkoba. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 56 kasus, atau meningkat sekitar 33 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak sekadar persoalan angka. Perubahan pola sasaran menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

“Peningkatan ini bukan sekadar angka. Yang paling mengkhawatirkan, pelaku dan pengguna kini menyasar kelompok usia remaja,” kata AKBP Ridwan Maliki, Rabu (7/1/2025).

Lonjakan kasus juga berdampak pada jumlah tersangka. Sepanjang 2025, polisi menetapkan 98 tersangka narkoba, naik dari 62 orang pada 2024.

Dari sisi usia, kelompok 15-19 tahun mengalami peningkatan tertinggi, dari dua orang menjadi lima orang atau naik 150 persen. Sementara kelompok usia 20-24 tahun meningkat dari 13 menjadi 21 orang.

“Berdasarkan data ini kebanyakan pengguna narkoba adalah usia produktif,” ungkapnya.

Menurut AKBP Ridwan, perkembangan teknologi menjadi celah yang dimanfaatkan pengedar untuk menjangkau target yang lebih muda.

Transaksi narkoba kini tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, sehingga sulit terdeteksi secara kasat mata.

Selain faktor teknologi, masuknya jaringan dari luar daerah juga berpengaruh terhadap meningkatnya kasus narkoba di Trenggalek. Interaksi antar pelaku, termasuk residivis, dinilai memperluas jaringan peredaran di tingkat lokal.

Dari sisi barang bukti, kepolisian mencatat peningkatan signifikan sepanjang 2025. Sabu yang disita naik dari 95,97 gram menjadi 102,7 gram. Sementara pil dobel L melonjak tajam dari 20.168 butir menjadi 51.335 butir.

Menghadapi kondisi tersebut, Polres Trenggalek menegaskan perlunya keterlibatan semua pihak dalam upaya pencegahan. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan lingkungan terdekat remaja.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus narkoba,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru