RagamWarta.com – Angin kencang di Trenggalek berpotensi masih terjadi hingga pekan depan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Trenggalek menjelaskan bahwa berdasarkan press release dari BMKG, mulai tanggal 21 hingga tanggal 30, atau sekitar 10 hari ke depan, masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, masih dimungkinkan adanya angin kencang yang disertai hujan lebat, terutama pada malam hari,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Admono, Senin (26/1/2026).
Oleh karena itu, Triadi mengimbau kepada masyarakat Trenggalek untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk tetap waspada dan tidak panik, terutama saat berada di jalan,” ujarnya.
Ia juga menekankan, pengguna jalan diminta segera mencari tempat aman apabila cuaca memburuk. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Apabila terjadi angin kencang, kami sarankan untuk menepi dan berteduh di tempat yang aman secara perlahan. Hindari lokasi yang berpotensi berbahaya, seperti di sekitar banner, baliho, atau papan reklame yang bisa roboh akibat angin kencang,” lanjutnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Trenggalek bersama unsur pentahelix, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional melakukan upaya pencegahan di lapangan.
“Kami secara bertahap melakukan perampingan ranting pohon maupun penebangan pohon kering. Kegiatan ini dilakukan atas permintaan desa dan warga untuk mengurangi risiko,” jelasnya.
Dampak Angin Kencang di Trenggalek
Perlu diketahui, angin kencang di Trenggalek yang terjadi selama dua hari terakhir yakni Sabtu dan Minggu, telah menimbulkan kerugian di sejumlah wilayah.
“Secara umum, kejadian selama dua hari tersebut berdampak di 5 kecamatan dan 11 desa di wilayah Kabupaten Trenggalek,” ujar Kepala Pelaksana BPBD.
Dari hasil pendataan, kerusakan terparah berupa robohnya dua tower serta adanya korban jiwa.
Untuk kerusakan paling parah, terdapat dua tower yang roboh. Selain itu, terdapat satu korban meninggal dunia, warga Desa Ngadirjo, Kecamatan Pogalan,” katanya.
Meski demikian, BPBD Trenggalek memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
“Kemarin kami sudah melakukan monitoring dan peninjauan ke lokasi. Untuk saat ini tidak ada warga yang mengungsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kerusakan yang ditimbulkan cuaca ekstrem terjadi tergolong ringan.
“Secara umum, kerusakan yang terjadi rata-rata rusak ringan, seperti atap rumah berupa asbes, seng, dan sejenisnya. Selain itu, ada beberapa ranting pohon yang mengenai atap rumah warga,” pungkasnya.






