RagamWarta.com – Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,7 yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi (27/1/2026) sekitar pukul 08.35 WIB, rusak infrastruktur di Trenggalek.
Salah satu bangunan yang terdampak gempa pacitan adalah Kantor Kecamatan Dongko, yang mengalami kerusakan ringan dan menyebabkan tiga orang terluka.
Apesnya, gempa bumi terjadi saat aktivitas pelayanan masyarakat di kantor kecamatan sedang berlangsung.
Sukamdi, Pengadministrasi Perkantoran Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Dongko menuturkan bahwa getaran gempa membuat para pegawai dan warga panik hingga berlarian keluar ruangan.
“Saat pelayanan sedang berjalan tiba-tiba terjadi gempa. Kami langsung keluar ke teras, dan tidak lama kemudian genteng di bagian depan runtuh,” kata Sukamdi.
Runtuhan genteng dan plafon di area teras depan kantor mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan. Korban terdiri dari dua aparatur sipil negara (ASN) dan satu mahasiswa yang sedang menjalani magang di kantor tersebut.
“Total ada tiga orang yang terkena runtuhan, dua ASN dan satu mahasiswa magang. Semuanya mengalami luka ringan,” jelasnya.
Ketiga korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sukamdi menyebut kondisi mereka saat ini sudah berangsur membaik.
“Saya sendiri mengalami luka di bagian paha, sementara yang lain ada yang terkena di dahi dan kepala. Semuanya sudah ditangani pihak puskesmas,” ujarnya.
Selain menimbulkan korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan fisik pada bangunan Kantor Kecamatan Dongko. Kerusakan terlihat pada bagian genteng dan plafon teras yang dinilai cukup rawan jika terjadi gempa susulan.
“Kondisi genteng sudah tidak stabil, sehingga kalau ada gempa lagi berpotensi runtuh. Plafon di bagian depan juga ada yang jebol,” ungkap Sukamdi.
Ia menambahkan, selama dirinya bekerja di Kantor Kecamatan Dongko, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.
“Selama saya di sini, ini kejadian pertama kantor terdampak gempa seperti ini,” katanya.
Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap dilanjutkan. Para pegawai yang sempat terluka memilih kembali bekerja setelah mendapat perawatan.
“Yang terluka tetap melanjutkan pekerjaan. Kalau pelayanan dihentikan, kasihan masyarakat yang sudah datang,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan hanya terjadi di area teras depan sehingga tidak mengganggu keseluruhan aktivitas perkantoran.
“Pelayanan tetap berjalan normal karena yang rusak hanya bagian depan teras,” pungkas Sukamdi.






