Dukung Biodiversitas, Bupati Trenggalek Rancang Giant Aviary di Hutan Kota

Senin, 9 Februari 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin diseminasi Buku Biodiversitas Trenggalek di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin diseminasi Buku Biodiversitas Trenggalek di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026).

RagamWarta.com – Giant Aviary di Hutan Kota Trenggalek tengah dirancang Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai langkah konkret pelestarian biodiversitas dan upaya menjaga keseimbangan alam.

Rencana besarnya ini disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat diseminasi Buku Biodiversitas Trenggalek 2025 di Amphiteater Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2/2026).

Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menegaskan, keberadaan biodiversitas memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketergantungan terhadap alam, mulai dari udara, air hingga hasil pertanian, menuntut adanya upaya menjaga ekosistem secara menyeluruh, termasuk flora dan fauna.

“Penting karena kita hidup itu tergantung pada alam. Udara yang kita hirup, kemudian air yang kita konsumsi, semua bersumber dari alam,” ujar Mas Ipin.

Menurutnya, menjaga hutan tidak cukup jika tidak diikuti dengan pelestarian satwa dan rantai makanan. Ketika keseimbangan ekosistem terganggu, satwa liar berpotensi masuk ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Termasuk keberadaan flora dan fauna di dalam itu juga. Kalau rantai makanannya yang tadi disebut oleh Kepala BKSDA terputus, pasti nanti akan gangguin ke pemukiman,” imbuhnya.

Rencana Giant Aviary di Hutan Kota Trenggalek

Sebagai daerah agraris, Trenggalek masih sangat bergantung pada proses penyerbukan alami. Sekitar 70 persen penyerbukan tanaman pertanian masih melibatkan kupu-kupu, burung, kelelawar, dan satwa lain yang berperan menjaga produktivitas hasil panen.

Sebagai tindak lanjut inventarisasi keanekaragaman hayati, Pemkab Trenggalek berencana mengembangkan Giant Aviary di Hutan Kota atau jaring aviari yang memungkinkan satwa hidup lebih alami tanpa dikandangkan.

“Nanti di Huko akan kita bentuk semacam Giant Aviary atau jaring aviari. Sehingga satwa-satwa yang ada tidak dikandang lagi,” jelasnya.

Ia mengakui, pengembangan Giant Aviary di Hutan Kota membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Konsep ini akan masuk dalam skema pengembangan kota atraktif, tidak hanya bagi manusia tetapi juga ramah bagi flora dan fauna.

Selain pembangunan fisik, Mas Ipin menekankan pentingnya menyiapkan guardian atau penjaga biodiversitas. Ia berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat agar tidak terjadi perburuan dan perdagangan satwa liar.

“Harapannya mahasiswa dan semua masyarakat sadar pentingnya menjaga flora dan fauna itu. Jangan sampai diburu, ditangkap, lalu diperjualbelikan. Itu yang sangat tidak kita harapkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan turut mendukung rencana Pemkab Trenggalek.

Ia mengungkapkan, Trenggalek memiliki potensi keanekaragaman hayati unik, salah satunya Lola Merah, sejenis siput bercangkang merah yang bernilai ekologis dan ekonomis.

Nur Patria menambahkan, upaya pelestarian alam memiliki nilai jangka panjang. Menurutnya, pada saat tertentu yang dicari manusia bukan lagi materi, melainkan kembali pada kualitas lingkungan hidup yang lestari.

Berita Terkait

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya
Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda
Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
Dispora Trenggalek Siapkan Gebrakan Olahraga 2026, Bidik Bibit Atlet Potensial
Jalan Krandekan-Gandusari Segera Diperbaiki, Disediakan Anggaran Rp10 Miliar
Perda Pilkades Trenggalek 2027 Masih Tunggu Fasilitasi Pemprov Jatim

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Rabu, 30 September 2026 - 08:06 WIB

Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:36 WIB

Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes

Kamis, 10 September 2026 - 13:59 WIB

Dispora Trenggalek Siapkan Gebrakan Olahraga 2026, Bidik Bibit Atlet Potensial

Berita Terbaru

Pihak kepolisian dari Polsek Watulimo olah TKP di kolam renang

Peristiwa

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:07 WIB