RagamWarta.com – Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin belum bisa kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah umrah.
Tidak adanya penerbangan membuat jadwal kepulangan jamaah umroh tertunda, sehingga DPRD Trenggalek mengajak masyarakat turut mendoakan keselamatan beliau dan jamaah lainnya.
Dalam keterangannya, Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta doa doa tidak hanya ditujukan kepada Bupati, tetapi juga kepada seluruh warga Trenggalek yang tengah menjalankan ibadah umrah.
“Kita doakan bersama. Tidak hanya Pak Bupati, tetapi juga ada Ibu Wakil Bupati, Ibu Bupati, serta banyak masyarakat Kabupaten Trenggalek yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia berharap situasi di wilayah Timur Tengah segera membaik agar seluruh jamaah dapat pulang dengan selamat.
“Kita berharap situasi di wilayah Timur Tengah segera membaik agar Pak Bupati dan seluruh warga yang sedang umrah bisa pulang dengan selamat. Semoga di sana semuanya dalam keadaan baik-baik saja,” lanjutnya.
Terkait rencana kepulangan, Doding menjelaskan bahwa sebelumnya jadwal kembali direncanakan pada 2 atau 3 Maret. Namun rencana tersebut batal karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.
“Harapannya hari-hari ini. Awalnya dijadwalkan tanggal 2 atau 3, tetapi sudah tidak bisa karena tidak ada penerbangan. Mudah-mudahan kalau sudah memungkinkan, ada penerbangan lagi,” jelasnya.
Meski begitu, jadwal kepulangan tetap mengacu pada rencana awal dan menunggu kondisi memungkinkan.
“Iya, mulai dari jadwal awal,” katanya.
Saat ditanya mengenai posisi terakhir rombongan apakah berada di Mekkah atau Madinah, ia mengaku belum memperoleh informasi detail.
“Kemarin saya tidak sempat menanyakan detailnya. Yang jelas, waktunya pulang belum bisa karena pesawatnya tidak ada,” tandasnya.






