RagamWarta.com – Bupati Trenggalek pulang umrah diperkirakan pada Jumat, 6 Maret 2026 setelah sempat tertunda akibat penutupan sejumlah jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang akrab disapa Mas Ipin itu sebenarnya dijadwalkan pulang ke tanah air pada 2 Maret.
Namun karena kondisi geopolitik di kawasan tersebut membuat jadwal penerbangan harus berubah.
“Kemarin komunikasi memang Pak Bupati seharusnya pulang tanggal 2. Karena ada kejadian itu, akhirnya penerbangannya tertunda ke Indonesia. Pak Bupati kemudian mencari solusi lain,” ujar Doding.
Dijelaskan Doding, untuk mengatasi kendala penerbangan, Bupati Trenggalek akhirnya memilih rute perjalanan alternatif agar dapat segera kembali ke Indonesia.
“Beliau sudah dapat tiket penerbangan ke India, lalu ke Singapura, dan baru menuju Indonesia. Insyaallah tanggal 6 ini sudah sampai di tanah air,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Jabal Noor Nurut Taqwa Haramain H. M. Fajar Mustofa menjelaskan bahwa jamaah yang mengalami keterlambatan kepulangan umumnya merupakan mereka yang menggunakan penerbangan dengan rute transit di beberapa negara Timur Tengah seperti Qatar dan Uni Emirat Arab.
Dijelaskan Fajar, penutupan sejumlah jalur penerbangan di wilayah tersebut membuat sebagian maskapai harus menunda jadwal keberangkatan.
“Yang tertahan itu rata-rata yang maskapainya transit di negara lain. Kalau yang langsung ke Tanah Air tidak ada masalah,” tegas Fajar dikutip dari Suara Trenggalek.
Ia juga memastikan jamaah yang diberangkatkan oleh PT Jabal Noor tidak terdampak kendala penerbangan karena seluruhnya menggunakan maskapai dengan rute langsung menuju Indonesia.






