RagamWarta.com – Jumlah murid SD menurun di sejumlah sekolah dasar negeri. Menyikapi kondisi tersebut, Komisi IV DPRD Trenggalek membuka wacana penggabungan atau merger sekolah.
Wacana tersebut digadang-gadang merupakan salah satu solusi, dengan tetap mempertimbangkan kondisi geografis di wilayah terpencil atau perbukitan yang sulit dilalui.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin bahwa penurunan jumlah siswa di beberapa sekolah dasar menjadi persoalan yang perlu segera dikaji oleh Dinas Pendidikan.
Langkah penggabungan sekolah bisa menjadi alternatif, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah yang memungkinkan untuk digabung.
“Kaitannya dengan kekurangan murid, perlu dikaji hubungannya dengan merger. Kecuali daerah-daerah terpencil yang tidak mungkin untuk di-merger, ini sebuah keniscayaan tidak mungkin,” ujarnya.
Ia mencontohkan SD Negeri Sidomulyo 5 sebagai sekolah yang dinilai sulit untuk digabung dengan sekolah lain karena faktor geografis.
“Karena sekolah yang berada di wilayah tertentu, tetap harus dipertahankan demi memastikan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Selain membahas penurunan jumlah siswa, Komisi IV DPRD Trenggalek juga menyoroti perlunya kajian lebih dalam mengenai penyebab berkurangnya murid di sekolah dasar.
Sukarodin menilai Dinas Pendidikan perlu meneliti apakah kondisi tersebut dipengaruhi faktor demografi, seperti keberhasilan program keluarga berencana (KB), atau justru berkaitan dengan kualitas pendidikan.
“Murid yang ada di SD ini kok pada kurang. Apakah urusannya ini sukses KB sehingga usia anak sekolah memang semakin berkurang. Atau karena urusan kualitas. Ini harus dikaji oleh Dinas Pendidikan,” tandasnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan kekurangan tenaga pendidik yang masih terjadi di Trenggalek. Saat ini, jumlah kekurangan guru disebut mencapai lebih dari seribu orang.
“Karena kekurangan guru kita masih 1.114 lebih. Belum ditambah guru pensiun dan meninggal. Dua tahun itu ada sekitar 500 sekian. Tentu ini makin membengkak,” jelasnya.
Sukarodin berharap, setelah urusan kepemudaan dan olahraga dipisahkan dari Dinas Pendidikan, instansi tersebut dapat lebih fokus menangani persoalan pendidikan, termasuk penurunan jumlah siswa di sekolah dasar.
“Pisahnya pemuda olahraga dari Dinas Pendidikan, maka Dinas Pendidikan tentu lebih konsentrasi memikirkan tentang pendidikan. Sekarang konsentrasi hanya urusan pendidikan,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Trenggalek juga berharap dukungan anggaran bagi Dinas Pendidikan tetap diberikan sesuai kebutuhan, sehingga berbagai persoalan pendidikan di daerah tersebut dapat ditangani secara lebih optimal.
“Kaitannya dengan urusan anggaran, harapan Komisi IV tetap sesuai dengan kebutuhan yang ada di Dinas Pendidikan kita sepenuhnya. Maka harapannya kualitas pendidikan di Trenggalek ini lebih baik,” pungkasnya.






