RagamWarta.com – Korporasi Desa dan Kelurahan Merah Putih secara resmi diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025).
Peluncuran dilakukan terpusat dari Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, dan diikuti serentak secara daring oleh seluruh daerah.
Di Kabupaten Trenggalek, kegiatan ini diikuti langsung oleh Bupati Mochamad Nur Arifin bersama Forkopimda dari Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Sebelumnya, peluncuran lokal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (DMP/KMP) telah lebih dulu dilaksanakan pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, 12 Juli lalu. Sebanyak 157 koperasi resmi dibentuk di seluruh desa dan kelurahan di Trenggalek.
Bupati Trenggalek menyambut baik terbentuknya koperasi ini dan menaruh harapan besar agar kehadiran Koperasi Merah Putih dapat mendorong pemerataan ekonomi di desa.
“Semoga sesuai dengan harapan Pak Presiden Prabowo, di mana Koperasi Merah Putih bisa menjadi instrumen untuk pemerataan ekonomi di tingkat desa,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Ipin.
Gus Ipin juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam pengelolaan kelembagaan koperasi. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara serius dan berkelanjutan, tidak hanya menjadi program jangka pendek.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Saniran. Ia menyebut pembentukan koperasi DMP/KMP di Trenggalek telah mencapai 100 persen sesuai tenggat waktu.
Bahkan, Trenggalek tercatat sebagai kabupaten ke-7 tercepat se-Jawa Timur dalam membentuk kelembagaan koperasi tersebut.
“Setelah akta pendirian selesai, kami lanjutkan dengan proses perizinan dan penerbitan NPWP. Insyaallah sudah semua, tinggal mematangkan kelembagaannya,” kata Saniran.
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah penguatan kelembagaan sebelum koperasi benar-benar mulai menjalankan usaha.
“Jangan sampai koperasi langsung menjalankan usaha tapi kelembagaannya belum siap. Ini bisa menimbulkan risiko di kemudian hari,” tegasnya.
Saniran menyarankan agar koperasi segera menyusun dokumen penting seperti anggaran rumah tangga (ART), program kerja, serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
Bahkan bila memungkinkan, koperasi diminta menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Kalau mau take off, harus tahu juga landasan pacunya. Jangan sampai jalan tanpa arah. Kami ingin koperasi ini tidak hanya aktif lima tahun saja, tapi menjadi kekuatan ekonomi desa dalam jangka panjang,” tandasnya.
Sumber pembiayaan koperasi, lanjut Saniran bisa berasal dari berbagai hal. Mulai dari simpanan pokok dan wajib anggota, hibah, hingga pinjaman dari bank atau kerja sama dengan koperasi lain.
“Namun semua itu hanya bisa dimanfaatkan jika pondasi kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) koperasi sudah matang,” pungkas Saniran.






