RagamWarta.com – Sekolah Rakyat Trenggalek yang kemarin Selasa, 30 Oktober 2025 diresmikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sudah mulai menjalankan aktivitas pendidikan.
Untuk menunjang aktivitas pendidikan inklusif, berbagai sarana prasarana sudah disiapkan. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang makan, hingga asrama dengan pendekatan berbasis teknologi.
Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Trenggalek, Christina Ambarwati menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek menerima tiga rombongan belajar (rombel), terdiri dari dua rombel SD dan satu rombel SMP.
“Jumlah siswa hasil penetapan terakhir ada 69 anak, dengan 16 tenaga pendidik, terdiri dari satu kepala sekolah, dua guru agama, dua guru SD, dan sebelas guru SMP,” jelas Christina, Selasa (30/9/2025).
Dari hari pertama kemarin, siswa Sekolah Rakyat Trenggalek langsung mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diisi dengan aktivitas ringan dan menyenangkan.
Tidak hanya itu, siswa siswi Sekolah Rakyat Trenggalek juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dari tenaga medis puskesmas serta pendampingan konselor bagi siswa maupun orang tua.
“Prinsipnya, anak-anak belajar sambil bersenang-senang dulu untuk meminimalisir homesick. Kita juga siapkan konseling awal agar bisa memahami latar belakang masing-masing anak,” tambahnya.
Semangat Pemkab Trenggalek dalam menyiapkan Sekolah Rakyat direspon baik salah satu siswa. Ia adalah Dea Nanda Sari dari SMPN 3 Munjungan yang mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Trenggalek.
“Suasananya berbeda, bisa mengenal banyak teman, dan rasanya nyaman. Saya didata dari Dinas Sosial, dan sejak pertama masuk sudah merasa senang karena temannya banyak,” ungkap Dea.






