RagamWarta.com – 47 kelompok kesenian dilibatkan dalam kirab pusaka untuk memperingati 20 tahun pengakuan Keris sebagai warisan budaya tak benda UNESCO di Trenggalek.
Ragam pertunjukan mulai dari Jaranan, Tiban, hingga tari tradisional ikut mengiringi arak-arakan kirab pusaka menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (25/112025).
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Edi Santoso menjelaskan bahwa kirab pusaka kali ini merupakan rangkaian pembuka Pameran Keris yang dijadwalkan berlangsung tiga hari kedepan.
“Untuk memperingati 20 tahun pengakuan Keris telah diakui UNESCO, kami menyelenggarakan Pameran Keris. Dan saat pembukaannya kami melibatkan 47 kelompok kesenian asal Trenggalek,” ucap Edi Santoso.
Dijelaskan Edi, pameran Keris tahun ini menghadirkan sejumlah pusaka penting, termasuk Keris milik Presiden Prabowo Subianto serta dua Keris koleksi Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Selain itu, sejumlah pusaka milik Bupati Trenggalek, Pemerintah Kabupaten, hingga pusaka-pusaka dari berbagai desa juga diboyong untuk diperlihatkan kepada masyarakat.
“Kirab dimulai dari kawasan Pasar Pon dan berakhir di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Sesampainya di Tugu Pancasila Alun-alun Trenggalek, beberapa pusaka dihaturkan ke Sekda bersama jajaran Forkopimda,” jelasnya.
Menurut Edi, kirab pusaka memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah. Ia juga berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan di Trenggalek.
“Kegiatan ini sangat bagus dan potensial mendongkrak daya tarik wisata. Yang tak kalah penting, masyarakat tetap diingatkan untuk nguri-nguri budaya. Semoga kegiatan seperti ini tidak vakum dan bisa terus dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Trenggalek Edy Soepriyatno menjelaskan bahwa kirab ini menjadi momentum mempertegas komitmen pelestarian budaya lokal.
“Kirab pusaka dan kirab budaya ini lebih menekankan pada bagaimana kearifan lokal dijaga untuk merawat Keris sebagai peninggalan sejarah. Kita patut berbangga karena Keris juga tercatat sebagai warisan budaya oleh UNESCO,” ujarnya.
Edy juga menambahkan bahwa keris bukan hanya artefak. Menurutnya, keris mengandung nilai filosofi bahkan ada yang dibuat sebagai pegangan hidup.
“Keris sebagai warisan budaya harus kita uri-uri dan kita maknai lebih dalam. Semoga bisa menjadi pegangan hidup bagi masyarakat ke depan,” tambahnya.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi yang turut menerima pusaka, juga mengapresiasi semarak kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini rekan-rekan seni budaya Trenggalek menyelenggarakan kirab pusaka dalam rangka 20 tahun penetapan Keris oleh UNESCO. Ada sekitar 47 kelompok kesenian yang meramaikan acara ini,” tuturnya.
Politisi PDIP itu berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring pelaku budaya lokal.
“Semoga kirab ini menjadi ruang konsolidasi bagi para pelaku kesenian dan pamengku budaya agar hidup rukun dan bersama-sama melestarikan budaya Trenggalek,” tandasnya.






