RagamWarta.com – Polres Trenggalek mulai melaksanakan Operasi Lilin Semeru 2025 dengan langsung tancap gas di hari pertama pelaksanaan.
Selain mengaktifkan pos pengamanan, pelayanan, dan pos pantau, petugas juga melakukan ramp check kendaraan wisata di kawasan pesisir Watulimo, Trenggalek.
Sejumlah personel yang tergabung dalam Satgas Operasi Lilin Semeru Polres Trenggalek diterjunkan ke berbagai destinasi wisata di Watulimo.
Kehadiran petugas bertujuan memantau kelancaran arus lalu lintas sekaligus memastikan kelayakan kendaraan wisata yang mengangkut pengunjung.
Ramp Check Kendaraan Wisata di Awal Operasi Lilin
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Lilin Semeru 2025 menjelaskan masa libur Natal dan Tahun Baru mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Meski demikian, mobilitas masyarakat sudah mulai meningkat sejak awal operasi, terutama menuju kawasan wisata favorit.
“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan, khususnya di pesisir Watulimo. Oleh sebab itu, di awal Operasi Lilin ini kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan kendaraan wisata,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Ramp check dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta stakeholder lainnya.
Pemeriksaan difokuskan di beberapa titik seperti area parkir Pantai Simbaronce, Pantai Prigi, Pantai Mutiara, serta lokasi wisata lain di sekitarnya.
Petugas memeriksa satu per satu kendaraan wisata, khususnya bus, meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, kondisi mesin, sistem pengereman, lampu penunjuk arah, ban, hingga perangkat keselamatan darurat.
“Ramp check ini dilakukan untuk memastikan kendaraan wisata benar-benar laik jalan, baik dari aspek teknis maupun administrasi, termasuk kesiapan kru angkutan umum,” tambahnya.
AKP Sony menegaskan, pada musim libur panjang permintaan kendaraan wisata biasanya meningkat tajam. Namun keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Pihaknya tidak akan segan menindak perusahaan angkutan yang memaksakan kendaraan tidak laik jalan untuk tetap beroperasi.
“Dari 25 kendaraan wisata yang kami periksa, semuanya dinyatakan laik pakai dan lengkap. Meski begitu, kami tetap mengimbau pengemudi untuk tertib berlalu lintas dan penumpang tidak ragu menegur sopir jika berkendara ugal-ugalan,” jelasnya.
Pengamanan Nataru Diperkuat dengan Pos dan Personel Gabungan
Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga menyempatkan diri menyapa wisatawan yang berada di lokasi. Dialog langsung dilakukan untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan terkait pengamanan dan pelayanan selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Dengan turun langsung dan berdialog, kami bisa mengetahui harapan masyarakat sekaligus mencari solusi agar pelayanan selama Operasi Lilin ini bisa lebih optimal,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Operasi Lilin Semeru 2025 digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Dalam operasi ini, Polres Trenggalek melibatkan 288 personel gabungan, terdiri dari 150 personel Polri dan 138 personel dari instansi terkait seperti TNI, PM, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Orari, Senkom, Rapi, dan Pramuka.
Untuk mendukung pengamanan Nataru, Polres Trenggalek mendirikan tiga pos utama, yakni satu Pos Pelayanan (Pos Yan) di Agro Park, serta dua Pos Pengamanan dan Pelayanan (Pos Pamyan) di simpang empat Durenan dan Watulimo.
Selain itu, sejumlah pos pantau juga disiagakan di Anjungan Cerdas Bendungan Nglinggis Tugu, Panggul, Munjungan, dan Jalur Lintas Selatan (JLS) Watulimo.






