RagamWarta.com – LDII Trenggalek menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI di Gedung Bhawarasa, komplek Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan periode 2020–2025, pemilihan pengurus baru, sekaligus penetapan arah dan program kerja organisasi lima tahun ke depan dengan penekanan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) religius.
Musda VI LDII Trenggalek mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Keberadaan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, baik di bidang sosial, keagamaan, maupun peningkatan kualitas SDM masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan bahwa kontribusi ormas Islam, termasuk LDII Trenggalek, sangat dirasakan di tengah masyarakat.
Dengan basis umat yang besar, organisasi keagamaan dinilai mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Peran ormas Islam, termasuk LDII, sangat membantu proses pembangunan di Trenggalek. Kontribusinya nyata, mulai dari pembinaan umat, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan nilai-nilai sosial di masyarakat. Hal-hal seperti ini tentu patut diapresiasi,” ujar Sunyoto.
Ia juga menilai tema Musda VI LDII Trenggalek sejalan dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga penguatan ekonomi, pendidikan, dan sektor strategis lainnya yang mendukung terwujudnya Trenggalek sebagai kota atraktif.
Penguatan SDM Religius Menuju Trenggalek Kota Atraktif
Ketua DPD LDII Trenggalek, Suharyanto menjelaskan Musda VI mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia untuk Mewujudkan Trenggalek Kota Atraktif Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema tersebut dinilai relevan dengan berakhirnya masa kepengurusan periode 2020–2025.
“Musda ini menjadi akhir dari amanah kepengurusan kami. Selanjutnya, estafet kepemimpinan akan dilanjutkan oleh pengurus baru yang dipilih melalui musyawarah hari ini,” ungkap Suharyanto.
Dalam agenda pemilihan ketua, terdapat dua calon yang akan maju, yakni Sobirin dan Koko Dwiyanto. Proses pemilihan dilakukan sesuai mekanisme organisasi dengan mengedepankan musyawarah mufakat.
Suharyanto menegaskan, siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu melanjutkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek serta konsisten mendukung visi pembangunan daerah.
“Harapan kami, LDII tetap berjalan seiring dan bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Kabupaten Trenggalek yang religius dan berdaya saing,” pungkasnya.






