Vaksinasi Rabies Gratis di Trenggalek, Anjing hingga Kucing Jadi Sasaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memberikan vaksin rabies kepada kucing dalam layanan vaksinasi gratis di Puskeswan Rejowinangun, Trenggalek.

Petugas memberikan vaksin rabies kepada kucing dalam layanan vaksinasi gratis di Puskeswan Rejowinangun, Trenggalek.

RagamWarta.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek memfasilitasi vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan di Klinik Hewan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rejowinangun, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menyasar anjing, kucing, hingga kera sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus mempertahankan Jawa Timur tetap bebas rabies.

Vaksinasi tersebut merupakan program dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur Cabang IX yang meliputi wilayah Trenggalek dan Tulungagung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek menyediakan tempat untuk mendukung pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan terhadap hewan penular rabies.

“Pada hari ini kita melaksanakan vaksin rabies untuk anjing, kucing ataupun kera. Ini vaksin dari PDHI, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jawa Timur Cabang IX. Kita dari dinas memfasilitasi tempat untuk vaksinasi,” jelas Ririn.

40 Pendaftar, Vaksinasi Juga Melibatkan Dokter Hewan Mandiri

Menurut Ririn, terdapat 40 pendaftar yang tercatat mengikuti layanan vaksinasi di Puskeswan Rejowinangun.

Dari total 100 dosis vaksin yang tersedia dalam kegiatan tersebut, sebanyak 40 dosis dialokasikan untuk pelayanan melalui dinas, sedangkan vaksin lainnya turut disalurkan kepada dokter hewan yang membuka praktik mandiri.

Tercatat ada 3 dokter hewan praktik mandiri yang ikut terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi.

Dengan pembagian tersebut, pelayanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pemilik hewan di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.

Meski demikian, tidak semua hewan yang didaftarkan bisa langsung mendapatkan vaksin.

Petugas terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan hewan untuk memastikan vaksinasi dapat dilakukan dengan aman.

Ririn menjelaskan, hewan yang sedang bunting, baru melahirkan, atau menunjukkan gejala sakit dapat ditunda vaksinasinya.

Kondisi lain, seperti gangguan kesehatan yang disertai masalah pada kulit, juga menjadi pertimbangan petugas sebelum memberikan vaksin.

“Kadang ada yang tidak masuk karena setelah melahirkan atau sedang bunting. Kalau kondisinya seperti itu, tidak boleh langsung divaksin. Kalau bergejala sakit, vaksinasinya juga kita tunda,” terangnya.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan vaksinasi. Pemilik hewan diharapkan memberikan informasi yang sesuai mengenai kondisi kesehatan dan riwayat hewan peliharaannya agar petugas dapat menentukan tindakan yang tepat.

Jawa Timur Bebas Rabies, Vaksinasi Tetap Harus Berlanjut

Ririn menegaskan, status Jawa Timur yang dinyatakan bebas rabies bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan pencegahan. Menurutnya, upaya vaksinasi perlu terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi tersebut.

“Jawa Timur bebas rabies karena vaksinasi. Jadi, kita harus terus-menerus melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau bersifat zoonosis. Penularan dapat terjadi, antara lain, melalui gigitan hewan yang terinfeksi.

Karena itu, perlindungan terhadap hewan peliharaan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi pemilik dan masyarakat di sekitarnya.

Ririn mengingatkan pemilik hewan untuk mengenali kemungkinan gejala rabies.

Sejumlah tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan perilaku menjadi lebih agresif, produksi air liur berlebihan, ketakutan terhadap cahaya, serta kecenderungan menyerang.

Namun, tanda-tanda tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan seekor hewan terinfeksi rabies.

Jika muncul perubahan perilaku yang mencurigakan, pemilik sebaiknya menghindari kontak langsung dan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan.

Selain vaksinasi, pemilik juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan, kondisi kesehatan, serta pemeliharaan hewan secara rutin.

Langkah pencegahan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika tersedia program vaksinasi gratis.

Vaksinasi Hewan Perlu Dilakukan Secara Rutin

Ririn menyampaikan, vaksinasi rabies perlu menjadi bagian dari tanggung jawab pemilik hewan.

Pemberian vaksin harus menyesuaikan usia, kondisi kesehatan, serta jadwal yang direkomendasikan dokter hewan.

Ia juga mengingatkan bahwa hewan peliharaan memerlukan vaksinasi lain untuk membantu melindungi dari penyakit tertentu.

Oleh sebab itu, pemilik tidak cukup hanya memperhatikan vaksin rabies, tetapi juga perlu berkonsultasi mengenai kebutuhan vaksin lain sesuai usia dan kondisi hewan.

“Selain vaksin rabies, ada juga vaksin untuk virus-virus lainnya. Untuk hewan yang sudah berusia di atas 1 tahun, vaksinasi dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Sementara, hewan yang masih muda membutuhkan pengaturan jadwal vaksin dan booster,” kata Ririn.

Pengaturan jadwal tersebut penting agar pemberian vaksin sesuai dengan kebutuhan masing-masing hewan.

Pemilik disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai waktu pemberian vaksin dasar maupun dosis penguat atau booster.

Pemilik Kucing Sambut Baik Vaksinasi Gratis

Salah seorang pemilik kucing, Andreisko Riefaldi, mengaku terbantu dengan adanya layanan vaksinasi rabies gratis di Puskeswan Rejowinangun.

Ia membawa 2 ekor kucing peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi.

Andreisko mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya membawa kedua kucingnya untuk menjalani vaksinasi rabies.

Ia mengetahui informasi kegiatan itu dari pamflet yang dikirimkan oleh kakaknya, kemudian langsung mendaftarkan hewan peliharaannya.

“Baru pertama kali. Alhamdulillah, kalau ini tadi aman, 2 kucing saya,” ujar Andreisko.

Menurutnya, layanan vaksinasi gratis cukup membantu pemilik hewan yang ingin menjaga kesehatan peliharaan mereka. Ia menilai vaksinasi penting sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit.

“Biar sehat, karena ini vaksin rabies. Jadi, ini penting buat kucing. Sangat membantu,” katanya.

Berita Terkait

Waspada! Hujan Picu Longsor Balai Desa Sobo Trenggalek, Pagar Rusak 10 Meter
Awali Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Trenggalek Gencarkan Sosialisasi
Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp120 Juta Disorot DPRD Trenggalek, Diminta Ditinjau Ulang
Operasi Patuh Semeru 2026 di Trenggalek Sudah Mulai, Ini 8 Sasarannya
Hujan di Trenggalek Akhir Oktober ini Ternyata Hasil Modifikasi Cuaca
Ahmad Zidny Mubarok Raih Juara 2 Panglima TNI Esports Championship 2026
KidsDash Trenggalek 2026 Sukses Lampaui Target, 70 Anak Ikuti Roadshow Perdana
Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Vaksinasi Rabies Gratis di Trenggalek, Anjing hingga Kucing Jadi Sasaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Waspada! Hujan Picu Longsor Balai Desa Sobo Trenggalek, Pagar Rusak 10 Meter

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Awali Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Trenggalek Gencarkan Sosialisasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp120 Juta Disorot DPRD Trenggalek, Diminta Ditinjau Ulang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 di Trenggalek Sudah Mulai, Ini 8 Sasarannya

Berita Terbaru

Pj Sekda Trenggalek, Triadi Admono pimpin upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Sekretariat Daerah. (Foto: Prokopim TGX)

Birokrasi

Begini Pesan Sumpah Pemuda Pj Sekda Trenggalek untuk ASN

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:03 WIB