Blue Line Tsunami Safe Zone, Cara Pemkab Trenggalek Evakuasi Warga Pasca Gempa

Rabu, 26 Juni 2024 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono tentukan titik aman dampak tsunami di Wilayah Pantai Konang, Kecamatan Panggul.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono tentukan titik aman dampak tsunami di Wilayah Pantai Konang, Kecamatan Panggul.

RagamWarta.com – Wilayah pesisir selatan Kabupaten Trenggalek tidak hanya memiliki sentral ekonomi, dan pariwisata yang cantik. Nyatanya, pesisir Trenggalek menyimpan potensi gempa bumi dan tsunami.

Hal itu dikarenakan wilayah selatan pulau Jawa dilewati Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, yang artinya ada pertemuan tiga lempeng tektonik. Jalur pertemuan lempeng yang berada di laut bisa mengakibatkan gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal dan berpotensi tsunami.

Sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 17 desa di tiga kecamatan yang berpotensi terdampak tsunami. Tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Watulimo, Munjungan dan Panggul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek menentukan titik aman untuk evakuasi apabila terjadi bencana di Wilayah Pantai Konang, Kecamatan Panggul.

“Kami menandai lokasi evakuasi aman menggunakan blue line tsunami safe zone. Di situ adalah titik yang betul-betul aman dari tsunami,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono, Rabu (26/6/2024).

Dijelaskan Triadi, zona aman bencana tsunami diasumsikan berada pada jarak 4-5 km dari bibir pantai. Sementara tsunami sendiri diperkirakan terjadi 10 hingga 20 menit pasca terjadi gempa bumi besar.

Triadi menegaskan bahwa blue line tsunami safe zone yang digagas Pemkab Trenggalek merupakan yang pertama ada di Provinsi Jawa Timur. Kalaksa BPBD Trenggalek itu juga menjelaskan proses evakuasi saat terjadi tsunami memerlukan respon time 20-20-20.

“Jalur evakuasi kurang lebih dengan rumus 20 detik, 20 menit dan 20 meter. Karena hal ini dibutuhkan untuk menuju tempat evakuasi sementara dan tempat evakuasi aman,” terangnya.

Selain menandai titik evakuasi aman, mereka juga melakukan pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi. Pemasangan tersebut dilakukan pada beberapa titik, yakni lima rambu di Pantai Konang, 12 Rambu di Pantai Kili-kili, 6 rambu di Pantai Pelang dan 3 rambu di Jalur Lintas Selatan (JLS).

“Tidak ada yang berharap terjadi bencana, tapi mitigasi itu penting. Pasalnya dengan mengetahui cara melakukan mitigasi diyakini dapat mengurangi resiko paling parah saat bencana tsunami,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru