Pemerintah Rintis Kebun Raya Bambu untuk Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi di Kawasan Dilem Wilis

Kamis, 19 September 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tanam bambu bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim di Kawasan Wisata Dilem Wilis.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tanam bambu bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim di Kawasan Wisata Dilem Wilis.

RagamWarta.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin diajak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menanam pohon bambu di Kawasan Wisata Dilem Wilis.

Tentu hal tersebut mendapat sambutan baik dari Bupati Trenggalek, apalagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek sendiri tengah merintis kebun raya bambu di kawasan tersebut.

“Jadi saya senang, hari ini kita mulai merintis kebun raya bambu. Ini cita-cita untuk kebaikan ekonomi dan ekologi bagi Kabupaten Trenggalek,” ungkap Bupati Trenggalek, Kamis (19/9/2024).

Menurut Arifin, bambu sangat bagus untuk menyimpan air. Bambu juga bisa untuk mencukupi kebutuhan dasar masyarakat. Seratnya bisa dijadikan konveksi, bahkan rebung bambu bisa dimakan.

Bahkan ruas bambunya bisa digunakan untuk konstruksi, kerajinan maupun segala macam. Jadi gunanya banyak sekali dan perawatannya relatif mudah.

“Karena bambu ini semacam tanaman rumput keras. Dibiarin saja, mereka akan tumbuh dengan sendirinya. Jadi kalau malah tidak dipanen, tidak dipenjarangan atau dikurangi jumlahnya kadang malah jadi masalah,” ujarnya.

Saat Bupati Trenggalek menata bambu yang baru saja ditanam supaya tumbuh subuh.
Saat Bupati Trenggalek menata bambu yang baru saja ditanam supaya tumbuh subuh.

Jadi karena sifatnya gampang tumbuh, bambu dipilih. Sehingga tidak terlalu ribet untuk terus setiap saat memupuk atau bahkan menyirami. Bahkan bambu bisa dipanen menjelang musim penghujan.

“Memang agak bekerja keras sedikit. Di masa-masa awal memang perlu memaintenance sedikit dulu biar akarnya kuat. Tapi setelah musim-musim hujan insyaallah pertumbuhannya cepat,” ungkap Arifin.

Pihaknya berharap masyarakat bisa bersama-sama donasi bambu. Terus bareng-bareng tanam bambu dan juga tanaman-tanaman kayu yang lain. Karena wilayah Trenggalek ketika musim kemarau kerap kekurangan air bersih.

“Mungkin tidak separah tahun-tahun yang lalu, tapi tetap harus kita jaga karena jumlah masyarakat nantinya juga semakin banyak. Maka harus kita jaga lingkungan kita,” tukasnya dalam kegiatan tersebut.

Menurut Arifin, lingkungan yang terjaga dan lestari akan dapat memberikan kehidupan termasuk memberikan dampak ekonomi. Bahkan mewujudkan generasi yang cerdas, tentunya membutuhkan lingkungan yang nyaman dan sehat.

Sementara itu, Sulistiyowati selaku Kabid Tata Lingkungan yang mewakili Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim mengaku senang bisa menanam bambu di Kawasan Arboretrum Bambu Wisata Dilem Wilis, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Alasannya melakukan penanaman bersama pohon bambu untuk mendorong kawasan Dilem Wilis menjadi tempat wisata dan pencadangan keanekaragaman hayati.

“Harapannya masyarakat mampu mendorong dan berperan aktif, menuntut atas hak lingkungan hidup yang lebih baik pada level kebijakan baik secara internasional, nasional maupun lokal,” harap Sulistiyowati.

Bambu dipilih karena tanaman ini juga memiliki fungsi lain, yaitu menjaga ketersediaan air dalam tanah. Serta menjaga sedimen tanah dari banjir dan tanah longsor. Selain itu bambu juga mempunyai kemampuan menyerap gas rumah kaca lebih baik dari tanaman keras lainnya.

“Gerakan penanaman bambu ini sebagai wujud tekad untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lebih baik. Kita lihat suasana di sekitar kita terlihat hijau, sejuk dan rimbun mari kita semua pertahankan kelestarian ini,” ungkapnya.

Terakhir pihaknya juga mengapresiasi salah satu program Pemerintah Daerah yang telah berupaya menjaga lingkungan hidup dengan memanfaatkan tumbuhan bambu sebagai tanamannya.

“Tentunya saya mengapresiasi Pemkab Trenggalek yang telah berupaya maksimal menjadikan kawasan ini menjadi kawasan lestari lingkungan. Sekaligus kawasan pencadangan ekosistem hutan,” tutup Sulistyowati.

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru