RagamWarta.com – Setelah kerusuhan yang terjadi di Polsek Watulimo Trenggalek, akhirnya Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Trenggalek, Amin Tohari angkat bicara.
Melalui pernyataan resminya, Amin Tohari menegaskan bahwa aksi anarkis tersebut bukanlah hasil dari instruksi organisasi. Akan tetapi murni inisiatif pribadi para anggotanya.
“Tidak ada arahan dari kami di PC. Tiba-tiba saja sudah terjadi kerumunan. Dari informasi yang saya terima, banyak yang berasal dari luar Trenggalek, meskipun ada juga warga Watulimo,” ungkap Amin dikutip dari Kabar Trenggalek.
Dijelaskan Amin, insiden bermula dari gesekan antar kelompok setelah acara Pencak Dor di luar daerah. Saat perjalanan pulang, rombongan diduga dihadang oleh kelompok lain yang terindikasi dari perguruan berbeda.
“Peristiwa tersebut memicu keributan yang berujung pada penangkapan salah satu anggota Pagar Nusa. Malam itu, teman-teman meminta agar yang ditahan segera dibebaskan,” kata Amin Tohari.
Terkait penanganan hukum terhadap anggotanya, Amin menegaskan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk memberikan pendampingan hukum.
Saat ini, PC Pagar Nusa Trenggalek hanya berfokus pada pemantauan situasi. Ia juga mengimbau anggotanya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengingatkan agar semua pihak menahan diri dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas, karena itu bisa merugikan diri sendiri maupun organisasi,” tutup Amin.
Mengingatkan berita yang sebelumnya, Polsek Watulimo, Trenggalek, diguncang insiden kericuhan pada Senin malam (20/1/2025). Ratusan orang yang diketahui merupakan perguruan silat tertentu datangi Polsek Watulimo.
Bahkan ironinya, kantor Polsek Watulimo dilempari batu oleh ratusan massa aksi. Untuk menegakkan hukum, saat ini Polres Trenggalek tengah memburu provokator yang telah melakukan pengrusakan.






