RagamWarta.com – Menyikapi insiden penyerangan dan perusakan Polsek Watulimo yang dilakukan oleh ratusan massa dari perguruan silat, Polres Trenggalek lebih memilih gunakan pendekatan persuasif.
Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranudikarta menjelaskan bahwa pihaknya tak hanya berfokus penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, dan pimpinan perguruan silat di wilayah tersebut.
Menurut AKBP Indra, penggunaan pendekatan persuasif bertujuan untuk meredam potensi gejolak lanjutan sekaligus memastikan situasi di wilayah Trenggalek khususnya Watulimo kondusif.
“Kita lakukan pendekatan ke tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perguruan silat agar mereka mengimbau anggotanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkap Indra, Kamis (23/1/2025).
Walaupun demikian, sejumlah personel Brimob Polda Jatim tetap disiagakan di kawasan Watulimo dan beberapa titik rawan lainnya sebagai langkah antisipasi. Meski kondisi dinyatakan aman, patroli rutin tetap dilakukan untuk mencegah kejadian terulang kembali.
“Kondisi sudah kondusif, tapi kami tetap waspada. Jangan sampai peristiwa itu kembali terulang,” tegasnya.
Dukungan Polda Jatim dalam Penanganan Kasus
Penanganan hukum atas kasus ini kini diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Jatim. Sebanyak delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan satu di antaranya diduga menjadi aktor intelektual di balik insiden tersebut.
“Untuk delapan orang itu perannya bermacam-macam, ada yang melempar batu, memprovokasi, hingga menghasut massa,” jelas Indra.
Sementara itu, pelaku ke sembilan yang diduga menjadi otak penggerak massa baru diamankan pada Kamis (23/1/2025). Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka lain seiring pengembangan kasus.
Mengingat Kronologi Perusakan Polsek Watulimo
Insiden ini bermula pada Selasa (21/1/2025) malam ketika massa dari salah satu perguruan silat mendatangi Polsek Watulimo untuk meminta pembebasan rekan mereka yang ditangkap atas kasus kekerasan.
Ketika permintaan tersebut ditolak, aksi massa berubah menjadi anarkis.
Massa melempari Polsek Watulimo dengan batu. Dari kejadian tersebut sejumlah kaca depan dan genting rusak. Bahkan tiga anggota polisi yang bertugas juga mengalami luka akibat lemparan batu.
Langkah tegas aparat kepolisian, diimbangi dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat, diharapkan dapat menjaga stabilitas di Trenggalek serta mencegah terulangnya peristiwa serupa.








