RagamWarta.com – Dalam situasi keterbatasan anggaran, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengambil langkah tak biasa.
Ia mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menyisihkan sebagian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mereka untuk pembangunan daerah.
Menurut Arifin, gerakan ini bukan sekadar pemotongan tunjangan, melainkan bentuk gotong royong demi memastikan perbaikan infrastruktur di Trenggalek tetap berjalan.
Pihaknya juga membeberkan bahwa kondisi ini muncul di tengah tantangan besar yang dihadapi di periode keduanya.
“Jika pada periode pertama ia harus menghadapi dampak pandemi Covid-19, kini ia dihadapkan pada krisis anggaran yang memaksa pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran,” ucap Arifin, Senin (4/3/2025).
Dijelaskan Arifin, langkah ini diambil sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur terus meningkat. Terutama terkait jalan rusak yang membahayakan keselamatan warga.
ASN Ikut Patungan, Agar Infrastruktur Tak Terbengkalai
Dalam apel yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (3/3/2025), Mas Ipin mengungkapkan kegelisahannya terkait keterbatasan anggaran pembangunan.
Bapak tiga anak ini mengaku tak bisa tinggal diam tatkala mendengar laporan ada warganya yang kecelakaan akibat jalan rusak.
“Saya sedih kalau ada warga celaka karena jalan rusak, tapi anggaran kita terbatas. Oleh karena itu, saya mengajak ASN untuk berkontribusi, bukan dengan pemotongan paksa, tapi dengan sedekah sukarela demi pembangunan,” ujarnya.
Dan ternyata seruan ini mendapat respons positif dari ASN di lingkup Pemkab Trenggalek. Mereka sepakat menyisihkan sebagian TPP sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
“Konsep crowdfunding dari ASN ini juga akan disinergikan dengan berbagai langkah efisiensi, seperti pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan penghapusan kegiatan seremonial yang tidak mendesak,” terangnya.
Efisiensi Bukan Pemangkasan Hak Rakyat
Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek juga menegaskan bahwa efisiensi yang diterapkan ini bukan berarti mengorbankan hak masyarakat.
Justru sebaliknya, upaya ini dilakukan agar layanan publik tetap berjalan optimal meskipun anggaran mengalami pemotongan dari pusat.
“Efisiensi itu bukan mengambil jatah rakyat, tapi mengurangi hak kita sebagai penyelenggara negara. Kalau anggaran yang seharusnya turun tidak jadi diberikan, maka kita harus mencari cara lain untuk menutupinya,” jelasnya.
Langkah unik ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan ASN bisa menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan anggaran.
“Dengan semangat gotong royong, semoga pembangunan infrastruktur di Trenggalek tetap berjalan tanpa harus menunggu anggaran tambahan dari pemerintah pusat,” harapnya.
Solusi Lokal, Dampak Nyata
Kebijakan Mas Ipin ini bisa menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat mencari solusi kreatif dalam menghadapi tantangan fiskal.
“Dengan melibatkan ASN dalam aksi nyata, pembangunan tetap bisa berlanjut tanpa membebani masyarakat,” terang Mas Ipin.
Apa yang dimaksud dengan crowdfunding?
Secara umum, crowdfunding atau urun dana adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet.
istilah crowdfunding atau urun dana dipakai pertama kali sebagai judul suatu artikel pada tahun 2006.
Bedanya, Pemkab Trenggalek menggunakan konsep crowdfunding sebagai instrumen perbaikan infrastruktur jalan.
Sementara yang dilibatkan dalam urun dana adalah para ASN yang menerima TPP yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek tahun 2025.






