TRENGGALEK, RagamWarta – Trenggalek tangguh, beginilah prosesi adat kirab pusaka dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek ke – 826 tahun. Walaupun digelar sederhana, namun serangkaian acara tetap tergelar secara sakral dan penuh hikmat.
Mengenakan ageman berwarna merah menyala, bupati Trenggalek sapa masyarakat saat prosesi kirab pusaka. Pusaka diarak dari Durenan menuju ke Pendapa Trenggalek dengan delman.
Baca juga : Prosesi Adat Penjamasan Pusaka Tetap Terlaksana, Bupati Anjurkan Dirumah Saja
Puncak peringatan HUT Trenggalek ke 826 ini hampir tak ada bedanya dari tahun sebelumnya. Seperti halnya prosesi adat juga libatkan seluruh stakeholder dan masyarakat. Adapun perbedaan hanyalah pada penerapan protokol kesehatan.
Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai laksanakan prosesi adat menerangkan bahwa walaupun tahun ini puncak peringatan hari jadi kabupaten Trenggalek berlangsung sederhana, namun tidak mengurangi esensi dari hari jadi itu sendiri.
Baca juga : Bupati Kepincut Dengan Lukisan Perupa Trenggalek
Menurut Arifin, serangkaian kegiatan juga tetap berjalan sesuai koridornya. Agar adat tidak hilang tertelan perkembangan zaman, prosesi hari jadi tetap terlaksana walaupun digelar dalam kesederhanaan.
Selain itu, dalam serangkaian kegiatan upacara adat hari jadi Trenggalek kali ini, Arifin juga serahkan bantuan penunjang ekonomi bagi masyarakat terdampak pandemi. Penyerahannya pun dilakukan secara simbolis ke beberapa masyarakat yang di undang.






