TRENGGALEK, RagamWarta – Komisi II DPRD Trenggalek koreksi kinerja Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Trenggalek.
Hal ini mengingat beberapa OPD belum menyumbang PAD secara signifikan. Sehingga hal tersebut harus ada perubahan manajemen khusus agar bisa menyumbang PAD lebih banyak lagi.
Baca juga : Komisi IV DPRD Trenggalek Lakukan Sinkronisasi KUA-PPAS, RKPD dan R-APBD Tahun Anggaran 2020
Pranoto ketua Komisi II DPRD Trenggalek menjelaskan, pendapatan dari tiga BUMD yang ada yaitu BPR Jwalita, PDAU Pabrik Es Tirto Rahayu, dan SPBU masih belum ada peningkatan yang signifikan.
Berdasarkan data yang diterima Komisi II DPRD Trenggalek pendapatan pada BPR Jwalita sekitar Rp 1,323 miliar. Sedangkan PDAU Pabrik Es Tirto Rahayu pendapatan sekitar Rp 160 juta, selain itu pada BUMD SPBU memiliki omset sekitar Rp 56 miliar.
Baca juga : Komisi III DPRD Trenggalek, Prioritaskan Perencanaan Program sesuai Anggaran
Menurut Pranoto, PDAU Pabrik Es Batu Tirto Rahayu biasanya tiap tahun selalu merugi, namun saat ini bisa mendapatkan penghasilan. Untuk itu komisi II DPRD Trenggalek berharap agar BUMD Trenggalek kedepannya selalu ada peningkatan.






