TRENGGALEK – Ketua PGRI Trengggalek gerak cepat menanggapi keluhan para guru honorer dan guru honorer kategori dua yang baru saja mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.
PGRI Trengggale mendesak Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk menambah nilai afirmasi dalam tes seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahun 2021.
Nilai afirmasi adalah nilai tambahan yang diberikan kepada guru honorer berusia di atas 35 tahun yang mengikuti tes seleksi PPPK guru.
Selain itu juga harus ada kebijakan afirmasi yang diperlukan untuk memberikan keadilan pada guru honorer dengan masa bakti puluhan tahun mengingat sulitnya soal seleksi PPPK.
Baca Juga : Wacana Akan Dihapus, GTT dan PTT Trenggalek Resah Hingga Gelar Hearing
Untuk menyampaikan hal itu ke Komisi dan Kemendikbud, PGRI Trengggalek melakukan pendataan sementara atas permintaan PGRI Jawa Timur.
Dari data sementara ada 1.401 guru yang ikut seleksi P3K, terdiri dari 1.200 guru SMP dan SD negeri juga 201 guru SMA dan SMK negeri.
Dari jumlah itu hanya 293 guru yang lolos PG terdiri dari 245 guru SMP dan SD negeri, serta sisanya 48 guru SMA dan SMK negeri. Sehingga angka peserta yang mencapai PG hanya sekitar 20,91 persen.
Setelah data terkumpul, data-data tersebut dihimpun guna penyuaraan aspirasi yang dilakukan organisasi ke pemerintah. Sehingga saat ini data tersebut telah dikirim ke pengurus provinsi sebagai wacana menyuarakan aspirasi di tingkat pusat.
Dari situ, pemerintah bisa merubah kebijakan terkait jumlah nilai PG, dan jumlah aspirasi yang diberikan. Dari pengurus provinsi data itu akan dibawa ke pengurus pusat dan komisi X DPR-RI.
Baca Juga : Guru Honorer K2 Trengggalek Minta Semua Pihak Memaklumi Kegagalan Seleksi P3K






